Skip to main content

About


Hi there! A warm welcome to you.

I am Kennice and I have been posting on this blog since 2014. I talk about my own perspective on many things here and in the future, I'd like to post more about my travels too!

I really like making videos (travel videos, self-development, etc) on my YouTube channel too. You can find my channel here.

Pernah mendapat berbagai prestasi di beberapa bidang (menulis, menggambar, olah raga, akademis & desain):
  1. Juara 1 lomba Comic Strip dari Integrity Kids Club tahun 2011.
  2. Juara 2 lomba mading 3D dari Unika Soegijapranata tahun 2013.
  3. Juara 1 & favorit lomba mading 3D dari Universitas Diponegoro tahun 2013.
  4. Salah satu peserta yang karyanya dikategorikan sebagai karya terbaik lomba menggambar dari Tupperware tahun 2014.
  5. Juara 3 & favorit lomba mading 3D dari Universitas Diponegoro tahun 2014.
  6. Juara 3 paralel (semester gasal) di SMA tahun 2014/2015.
  7. Juara 3 dalam kompetisi tenis meja yang diadakan sekolah tahun 2016 ;P
  8. Salah satu peserta yang karyanya dikategorikan sebagai artikel terunik oleh ASUS Indonesia dalam kompetisi menulis tahun 2016.
  9. Juara 3 dalam kompetisi pidato internasional di kampus tahun 2018.

Aku membuat blog supaya dapat berbagi dengan kalian. Karena selain video, dengan menulislah aku bisa berbagi :)


You can contact me through

  • Instagram: @hikennice
  • Email: kennicesetiadi@gmail.com


Have a nice day! ~




























Boom! If you read this, comment 'It's a good day to find this good site!' on my newest post in this blog!

Comments

Popular posts from this blog

Embracing Long-Form Conversations: My Thoughts on Daniel Priestley and Steven Bartlett’s Insights

Hello everyone! Happy 2025! I hope you’re doing well. Today, I want to share my personal reflections on an interesting conversation between Daniel Priestley and Steven Bartlett from The Diary of a CEO . They discussed why podcasts and long-form, unscripted content are becoming so popular. This topic is definitely outside of my usual day-to-day—after all, I don't own a company, nor do I work in broadcasting. I’m a cook, but I still find this discussion very insightful. You can access the full video here . *** Why Do People Want Longer Content? We live in a world full of quick social media updates, be it in the form of shorts, reels, or something else. Personally, I enjoy the convenience of bite-sized videos. I can't deny that it feels so satisfying and entertaining at the same time (more on this maybe next time). But I’ve also noticed that short clips often lack depth. Daniel suggests that, because there’s so much confusion and debate about “misinformation,” people want longer, ...

Day 29: Who and What Adds Meaning

Who and what adds meaning to your life. Agustus, 2023 Tentunya sulit untuk menunjuk hanya satu orang saja. Orang-orang disekitarku selalu menambah meaning dalam hidupku. Sebagian besar datang dan pergi, terkadang kembali, kemudian hilang lagi. Apalagi semakin dewasa dan bertambah usia, sepertinya teman-teman semakin punya kesibukan. Termasuk aku sendiri. Jadi ujung-ujungnya hanya menyapa tipis-tipis di media sosial. Tapi nggak apa-apa, meskipun begitu, aku percaya setiap orang memiliki “fungsi”-nya masing-masing dalam hidupku. Mungkin aku nggak sadar makna kehadirannya pada waktu itu dan baru ngeh setelah beberapa tahun berlalu, atau mungkin saat ini sudah nggak ngobrol, tapi masih terkadang kontakan sedikit-sedikit. Ada banyak faktor yang menentukan peran seseorang dalam hidupku. Jadi, jika ditanya ‘siapa’, tentunya tergantung dari musim hidup yang sedang kujalani. Setiap musim, pemerannya berbeda-beda. Aku hampir selalu belajar sesuatu dari setiap orang yang kutemui, dan sedikit demi...

Day 30: My Childhood Ambition

Write about your childhood ambition. Image by Vecstock on Freepik Sejujurnya, aku tidak ingat mimpi apa yang kutulis di katalog kelulusan SD. Tapi ada satu mimpi yang pernah muncul di benakku saat SMA. Aku pernah ingin menjadi seorang pianis. Aku mulai belajar musik sejak SD, saat itu, aku memainkan organ. Aku mempelajari adanya konsep kunci-kunci dasar yang dapat kuhapalkan. Tapi dengan belajar dari kecil, bukan berarti aku menjadi seorang prodigy . Udah nggak pandai, masih malas pula kalo disuruh latihan. Kemudian beranjak SMA, aku mulai les piano dan memainkan beberapa lagu yang lebih sulit dari pada yang kumainkan saat SD. Aku juga melalui tes ABRSM ( Associated Board of the Royal Schools of Music ) grade 3 saat itu. Masih belum terlalu jauh, tapi melalui tes ABRSM memberiku sedikit trauma dengan musik. Aku lulus ujian dengan nilai merit , yaitu nilai dibawah distinction . Tapi untuk meraih nilai itu aku harus mengorbankan banyak hal. Banyak waktu yang terpakai karena aku over...