Skip to main content

Posts

Showing posts with the label My Experiences

9 Things I Learned in 2018

Hi there! This is going to be my last post this year :) After writing and rewriting some drafts, I decided to make this as my last post in 2018. I hope everyone will enjoy reading this as much as I enjoyed writing it! So, here are 9 things I learned in 2018: Thoughts are thoughts. And I should be the observer of my own mind. Especially those irrational thoughts and fears. They're definitely the products of my brain and I should be in control of it. Sleep is super important. But too much sleep makes me unproductive. The less I sleep, the grumpier I get, the less attention I pay to the stuff I am supposed to. Therefore, I should put my sleeping schedule on the top priorities next year and not getting too much sleep too because it makes me super lazy for the rest of the day. I cannot read all books in the world so I better choose wisely on what I read next year. Skimming and scanning may be the right techniques I should develop to decide the books I want to c

5 Fakta Soal Diri Sendiri

Oke, jadi topik hari ini adalah fakta-fakta tentang seorang Kennice Setiadi. Brace yourselves, it's gonna be mind-blowing. Pernah berbagi toilet dengan seorang pendeta bule selama lebih dari seminggu. Saat itu gue masih tinggal di Singapura. Gue selalu share  kamar mandi sama penghuni kamar sebelah gue. Satu kamar di tempat tinggal gue itu yang selalu disewakan untuk orang-orang. Jadi dari waktu ke waktu, penghuni kamar itu selalu berganti. Gue hampir selalu tabrakan jadwal mandinya sama penghuni baru. Suatu ketika, ada orang yang tinggal di kamar tersebut, seorang cewe. Semakin hari berlalu, semakin gue curiga kalo cewe ini kerjanya bener atau nggak. Soalnya dia selalu keluar malam, pulang pagi. Beberapa kali gue ketemu dia ketika berangkat dan pulang kerja. Dandanannya ga begitu wajar dan cenderung menunjukkan lekuk badannya. Di siang hari, dia mematikan lampu kamarnya, tentunya tidur. Baru kali ini gue punya teman share kamar mandi yang jadwalnya beda banget, jadi gue meras

Kota-Kota yang Pernah Kutinggali

Di Indonesia, gue dari lahir tinggalnya di Semarang. Sejak mulai kuliah, gue tinggal di Singapura dan beberapa bulan setelah pendidikan S1 gue selesai, gue sempat tinggal di Hong Kong. Itu tiga kota pertama yang pernah gue tinggali dalam hidup gue. Sumber: images.google.com Kota pertama, Semarang. Ibukota Jawa Tengah yang cukup jarang terdengar di luar negeri. Padahal makanannya enak-enak. Kota yang gue tinggali selama hampir 20 tahun silam, merupakan kota yang lumayan damai dulunya. Akhir-akhir ini, kota Semarang semakin macet lalu lintasnya. Mulai didirikan banyak hotel, kafe, dan restoran. Which leads to more fooooodddss !! Anyway , Semarang punya makanan andalan, yaitu lumpia. Banyak yang suka, tapi ada juga yang ga suka, karena baunya menyengat, dll. Tapi gue pribadi suka makan lumpia. Biar lulus jadi citizen -nya Semarang. Hahaha. Banyak terdapat bangunan dan monumen bersejarah yang menjadi daya tarik kota Lumpia ini. Seperti Kota Lama, Lawang Sewu d

Kenapa Memilih Nama Sendiri Sebagai Judul Blog?

Believe it or not, I can talk a lot about this. Jadi Kennice Setiadi adalah nama gue, dan gue pake nama gue sebagai judul blog simply  karena gue bangga sama nama gue. Meskipun gue punya banyak pengalaman yang kurang menyenangkan karena nama gue, tapi kalo diingat ternyata lucu juga. Gue bisa ceritain beberapa pengalaman itu. Pertama, karena nama gue sepertinya cukup langka, jadi ada saja orang yang kurang bisa pronounce nama gue dengan benar, termasuk teman-teman dekat gue. Kalo mau tau pronounce  nama gue yang benar, ketik aja "Kennice" di google translate dari English ke Indonesian, trus klik simbol speaker -nya. Kalo nggak dengerin dengan cermat, nama gue bisa kedengeran kaya bule ngomong " tennis ". Kalo temen gue orang yang mother tongue -nya bahasa Mandarin, biasanya mereka ucapin nama gue kaya bule ngomong " ganice ", atau " candice ". Tapi gue udah maklum, terima aja semua panggilan dari mereka. Kedua, ketika SMP, nama gue pe

A Serendipitous Encounter

This is the first post in 2018! I couldn't believe it! Well, where shall we start? There is this one story I would like to share. It happened just last week. I have not shared about this with anyone yet. But I will to you! So, last Saturday was the day when I still worried especially about my school stuff, but I decided to go out for a personal photo hunting session. I brought all my school stuff in my phone - in case if I have the mood to prepare for my presentation next week. But no. I knew I wouldn't. So I walked from my house to Dhoby Ghaut area. The walking itself took me about one hour, but I had lunch on the way to the destination, so I spent more than an hour to reach there. I was so happy that on the way to Dhoby Ghaut, I learned some stuff about my camera. Yes, I am unfamiliar with this thing, so... After I was happy with the pictures I took in Dhoby Ghaut (this area doesn't have many good objects but my purpose is to practice myself wi

Meeting New People Everyday

Yup, what a blessed week as usual. Hari Senin, gue mempersiapkan diri buat ujian di hari Selasa. Gue stay  di rumah dan belajar, sayangnya, hari ini juga, gue dapet kabar kalo jadwal ujiannya diganti jadi besok Kamis. Gue jadi males, dan akhirnya nonton "How I Met Your Mother" beberapa episodes . Malamnya, gue menyesal karena merasa ga produktif. Udah semingguan gue kecanduan nonton. Magically , ketika gue sadar gue udah kecanduan, hari-hari berikutnya gue langsung bisa kontrol (fiuh..) Setelah gue pikir-pikir, kayanya gue mulai nonton serial film itu karena gue bosan awalnya. Gue baru aja pulang dari seneng-seneng (baca: liburan), tiba-tiba dihadapkan dengan kenyataan nunggu jatah ujian. Gue ga mau. Iseng-iseng gue mulai nonton satu episode . And you know where it leads to . How I Met Your Mother Oke, nonton ga selamanya negatif. Gue pun belajar banyak dari sitkom Amerika ini, misalnya idiom-idiom. Namun, gue juga harus sadar kalo serial ini dibuat untuk

Udah Selesai!

source: images.google.com Gue udah selesai magang! Sejak dua minggu yang lalu, gue mulai memprioritaskan waktu gue buat ngerjain hal-hal lain, selain urusan sekolah dan pekerjaan. Sudah saatnya gue melupakan sejenak tentang segala hal yang berhubungan dengan kewajiban. Tentu saja, ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di hati. Yang biasanya diharuskan buat bangun pagi dan mempersiapkan diri sebelum pergi kerja atau sekolah, seolah-olah segala kewajiban lenyap and the only thing I feel is that I (somehow) miss the stressful feeling. Lihatlah gue yang sekarang, yang terlepas dari segala kewajiban, tapi menginginkannya lagi, dan selalu mengharapkan kebebasan disaat terikat oleh keharusan. Well,  yang namanya manusia, selalu menginginkan apa yang tidak dimiliki. Gue jadi diingatkan, kalo gue ternyata masih manusia  ─ okay, that's a lame joke! Tapi apalah yang bisa kulakukan sekarang selain menikmatinya?  ¯\_(ツ)_/¯  So   then, I decided to do whatever I have always wan

I'm Back Lah ~

Alright, so this is the countless time already since I've tried to write new posts. Yes, I wrote so many drafts, and none of them are finished even only one article. Let's get to the point ;) This time, I will just gonna write whatever I think, shall I? :) So, today was another tiring but meaningful day of my ordinary day, working. I always try to learn something new each day. Oh, and by the way, I was starting my article about my first day of work, but yeah, it's still has not finished yet! Gotta upload it ASAP. Okay, back to the topic ;) This is my third week of my working life. Currently I'm working in a resorts venue, where tourists from all over the world come and stay to have a vacation or even just a staycation. This is what I'm gonna talk for the rest of this article. So basically, today I learned the difference of working life and studying life. In school, the teacher will generally assesses you from your homework and test results, and also your beh

Dapet Kejutan dari Asus Indonesia

Yeah, udah lebih dari dua bulan gue nggak nulis di blog. Banyak banget yang udah terjadi dalam dua bulan terakhir. Pengalaman yang gue dapet pun juga bertambah. Termasuk saat menjadi salah satu penulis dengan karya terunik di kompetisi menulis yang diadakan Asus Indonesia beberapa waktu yang lalu. Yuk, langsung kita baca lebih lanjut. Bulan Juni 2016 lalu, tepatnya tanggal 22, aku mendapat email dari Blogger Perempuan tentang lomba menulis yang diadakan Asus ini. Tenggat waktunya sampe tanggal 30 Juni doang. Dengan kata lain, gue cuma punya waktu delapan hari untuk membuat artikel yang siap di submit . Gue menghabiskan beberapa hari untuk berpikir, tentang artikel bagaimana yang bagus buat kompetisi ini. Akhirnya, setelah berpikir beberapa hari, gue mendapat ide. Gue memutuskan untuk membuat artikel dengan unsur narasi di dalamnya. Jadilah, gue mulai ngetik. Gue sama sekali nggak tau gimana hasil karya penulis lain. Gue sempet mikir, mungkin cuma gue yang artikelnya nggak sesuai den

Perbedaan Orang Singapura dan Indonesia

Seperti kegiatan sebelum-sebelumnya, sembari aku menyelesaikan berbagai buku yang kupinjam dari berbagai tempat, aku juga ingin menuliskan review  buku-buku yang kubaca di blogku. Artikel-artikel terakhirku,  Tepat Satu Bulan! :')  dan Doriyaki!  menceritakan tentang buku-buku terakhir yang kubaca, The Alchemist karya Paulo Coelho dan Doriyaki karya Andori Andriani. Nah, kali ini, aku menuliskan pemikiranku mengenai perbedaan orang-orang yang tinggal di Singapura dan di Indonesia. Meskipun tidak semua orang yang tinggal di Singapura melakukan hal-hal ini, namun sebagian besar, mereka melakukannya. Di semester ke-3 ku di Singapura, akhirnya aku berhasil mengidentifikasi perbedaanya. Langsung saja! Jalannya cepat Yup, orang-orang yang tinggal disini, jalannya cepaatt. Hal ini benar-benar terasa saat kamu berada di stasiun MRT. Ketika aku berada di stasiun MRT Dhoby Ghaut, aku baru sadar kalau mereka jalannya cepat semua. Meskipun orang tersebut jalan sambil main hape dan p

Selamat Idul Fitri!

Bagi yang merayakan, aku ingin mengucapkan: Sleamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H! Mohon maaf lahir dan batin, ya :) kalo aku pernah melakukan banyak kesalahan selama ini, mohon dimaafkan. Di artikel kali ini, aku bisa menunjukkan pada kamu, bagaimana suasana Ramadhan di Singapura, khususnya di Paya Lebar. Tepat seminggu yang lalu, tanggal 29 Juni 2016, aku pergi bersama dengan teman-teman ke daerah Paya Lebar. Dimana di daerah ini banyak orang Muslim yang menetap. Kebanyakan dari Malaysia. Jadi setiap tahun, daerah Paya Lebar akan diadakan pasar malam. Tahun ini, mumpung aku lagi nganggur liburan, datanglah aku kesana. Kita datang sekitar jam 6 sore. Suasana masih belum terlalu ramai. Yang dijual di pasar malam ada banyak. Sarung, makanan, minuman, jajanan, dan lain-lain. Untuk kita, tentu saja, kuliner! Makanan yang kita beli diantaranya adalah es semangka, takoyaki, kebab, cumi goreng, martabak, makaroni, jagung, dan lain-lain. Kita juga membeli berbagai macam

Aku & ASUS-ku

Aku meminang laptop ASUS di awal bulan Oktober tahun lalu. Kulakukan berbagai pengamatan dan membandingkan spesifikasi laptop ini dengan pilihan lain yang serupa. Namun pada akhirnya, hatiku jatuh pada ASUS N551ZU. Sebagai pengenalan, aku ingin bercerita sedikit tentang diriku. Namaku Kennice, aku seorang mahasiswi di sebuah universitas swasta. Aku memiliki banyak hobi yang berkaitan dengan multimedia dan menulis. Laptop lamaku telah berperan besar dalam kelangsungan kehidupanku di SMA (oke, aku mulai lebay). Sekarang, aku membutuhkan laptop dengan spesifikasi lebih untuk menunjang hobi-hobiku. Dengan pertimbangan yang panjang, akhirnya kuputuskan untuk membeli ASUS N551ZU, meskipun sempat berdebat dengan ayahku. Maaf ayah, karena aku tahu benar apa yang kubutuhkan, jadi aku tetap bersikeras dengan pilihanku. Sekarang, dengan N551ZU di pelukan, aku dapat melakukan hobi-hobiku, yang aku yakin, akan menjadi bisnisku kelak. Disini, akan kuceritakan berbagai hal yang

April Mop & Jadi Kawancut!

Akhirnya, saat yang gue tunggu-tunggu tiba juga. Gue langsung cerita aja, ya. Tanggal 1 April, April Mop. Lu semua udah pada tau, kan? Sebel juga sih. Gue kena tipu temen gue. Nggak parah-parah amat, sih. Cuma sebel aja kok bisa ketipu. Apalagi gue yang jadi ikan pertamanya pula. Jadi hari itu, aku lagi enak-enakan baca buku dengan gaya 'ndelosor' alias tiduran di titik paling wenak, sambil chatting  sama temen juga. Semua berawal dari dia, "gue lagi cuci baju." Gue bilang, "nunggu cucian baju kali, ye." "aku cuci pake tangan, nih." "beneran lu?", refleks, aku langsung bereaksi. "lu ga percaya gue?" "cuma kaget, kok!!" "hal biasa kali." Oke. Terus kita lanjut chatting  aja. Tanpa gue merasa aneh sedikitpun, meskipun dia lagi cuci baju. "Gue barusan selesai cuci, nih", katanya. "Btw, gimana cara lu chatting- an sama gue pas lu lagi cuci baju?", gue mulai meras