Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Lifestyle

Misi Mau Update Blog Lagi

Yup, ini blog udah kaya proyek mangkrak. Nggak terasa udah tiga tahun lebih aku nggak posting. Kadang pengen posting tapi takut yang diposting nggak berfaedah. Tapi bukannya tujuan blog buat itu ya? Untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, apa yang dialami. Menulis bukan sekedar media berbahasa, tapi untuk mengenali diri lebih jauh, tanpa berpikir terlalu panjang tentang apa yang ingin diungkapkan. Menurutku, rajin nulis blog itu seperti layaknya streamers . Sisi kehidupanmu sehari-hari, menjadi terekspos di dunia maya. Bukan seperti penulis yang memang memiliki tujuan untuk menyelesaikan sebuah artikel sains, atau penulis cerita novel, atau penulis-penulis lain yang memiliki fokus. Bagiku, penulis blog mirip seperti seorang streamer . Mereka mendokumentasikan kegiatannya sehari-hari, tapi bukan diari. Mereka dapat berinteraksi dengan orang-orang yang membaca atau menonton kegiatan mereka sehari-hari, dan bertumbuh bersama para pembaca/penonton. Bukan. Aku bukan seorang blogger. Update

Kenapa Memilih Nama Sendiri Sebagai Judul Blog?

Believe it or not, I can talk a lot about this. Jadi Kennice Setiadi adalah nama gue, dan gue pake nama gue sebagai judul blog simply  karena gue bangga sama nama gue. Meskipun gue punya banyak pengalaman yang kurang menyenangkan karena nama gue, tapi kalo diingat ternyata lucu juga. Gue bisa ceritain beberapa pengalaman itu. Pertama, karena nama gue sepertinya cukup langka, jadi ada saja orang yang kurang bisa pronounce nama gue dengan benar, termasuk teman-teman dekat gue. Kalo mau tau pronounce  nama gue yang benar, ketik aja "Kennice" di google translate dari English ke Indonesian, trus klik simbol speaker -nya. Kalo nggak dengerin dengan cermat, nama gue bisa kedengeran kaya bule ngomong " tennis ". Kalo temen gue orang yang mother tongue -nya bahasa Mandarin, biasanya mereka ucapin nama gue kaya bule ngomong " ganice ", atau " candice ". Tapi gue udah maklum, terima aja semua panggilan dari mereka. Kedua, ketika SMP, nama gue pe

Tema Blog Favorit?

Sumber: images.google.com Travel! Gue paling sering bukain blog tentang travel. Mulai dari yang travel keliling Indonesia atau yang keliling Eropa, gue pernah bukain blog-nya. Baru-baru ini gue bahkan nemuin satu travel blogger baru asal Knetucky, AS. Sepertinya baru membangun karirnya tahun ini, namanya Ashley (kalian bisa lihat blog-nya disini ). Semakin gue baca travel blogs , gue semakin merasa kalo pekerjaan sebagai travel blogger  itu sangat nggak mudah, just like any other jobs. Semua punya tantangan tersendiri, dan sebagai travel blogger , nampaknya mereka harus merangkap semuanya seorang diri atau jika bersama pasangan/keluarganya, mereka harus berkoordinasi sendiri, mulai dari pembuatan itinerary, booking, packing, journaling, writing, editing, dan banyak dari mereka yang merangkap sebagai seleb insta juga, which means mereka harus memiliki skill dalam fotografi juga. Especially mereka yang baru memulai karirnya sebagai travel blogger . Dari pengalaman gue jalan-ja

Meeting New People Everyday

Yup, what a blessed week as usual. Hari Senin, gue mempersiapkan diri buat ujian di hari Selasa. Gue stay  di rumah dan belajar, sayangnya, hari ini juga, gue dapet kabar kalo jadwal ujiannya diganti jadi besok Kamis. Gue jadi males, dan akhirnya nonton "How I Met Your Mother" beberapa episodes . Malamnya, gue menyesal karena merasa ga produktif. Udah semingguan gue kecanduan nonton. Magically , ketika gue sadar gue udah kecanduan, hari-hari berikutnya gue langsung bisa kontrol (fiuh..) Setelah gue pikir-pikir, kayanya gue mulai nonton serial film itu karena gue bosan awalnya. Gue baru aja pulang dari seneng-seneng (baca: liburan), tiba-tiba dihadapkan dengan kenyataan nunggu jatah ujian. Gue ga mau. Iseng-iseng gue mulai nonton satu episode . And you know where it leads to . How I Met Your Mother Oke, nonton ga selamanya negatif. Gue pun belajar banyak dari sitkom Amerika ini, misalnya idiom-idiom. Namun, gue juga harus sadar kalo serial ini dibuat untuk

Udah Selesai!

source: images.google.com Gue udah selesai magang! Sejak dua minggu yang lalu, gue mulai memprioritaskan waktu gue buat ngerjain hal-hal lain, selain urusan sekolah dan pekerjaan. Sudah saatnya gue melupakan sejenak tentang segala hal yang berhubungan dengan kewajiban. Tentu saja, ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di hati. Yang biasanya diharuskan buat bangun pagi dan mempersiapkan diri sebelum pergi kerja atau sekolah, seolah-olah segala kewajiban lenyap and the only thing I feel is that I (somehow) miss the stressful feeling. Lihatlah gue yang sekarang, yang terlepas dari segala kewajiban, tapi menginginkannya lagi, dan selalu mengharapkan kebebasan disaat terikat oleh keharusan. Well,  yang namanya manusia, selalu menginginkan apa yang tidak dimiliki. Gue jadi diingatkan, kalo gue ternyata masih manusia  ─ okay, that's a lame joke! Tapi apalah yang bisa kulakukan sekarang selain menikmatinya?  ¯\_(ツ)_/¯  So   then, I decided to do whatever I have always wan

What a DAY!

Pagi hari, jatahnya gue siap-siap kerja. Jam 6 pagi, bangun. Jam 6:05, berbaring lagi. Jam 6:05 lebih 0.000000001 sekon, gue ketiduran. Jam 9, gue kebangun, entah karena apa. I started to be panic and look at my phone . Damn it . Dengan segera, gue keluar kamar, keliling satu lingkaran di depan kamar, balik ke kamar lagi, dan mulai mikir. Gue segera bersiap-siap dan langsung cabut. Gue kenakan sepatu gue, dan berlari ke bus stop  terdekat. Persetan dengan make-up dan sarapan. Setelah naik bus, gue baru berpikir,  bus will take too much time . Akhirnya gue putuskan untuk turun di pemberhentian selanjutnya, dan request taksi. Kurang keren apa lagi gue. Lagi masa magang, berangkat kerja pake taksi on call . Tolong, jangan ditiru... Dengan sedikit gugup, gue meraih handphone  gue dan menelepon  duty manager dan colleagues  gue, lapor keberadaan gue.  I noticed that they called me, like a thousand times this morning . At least th

Happy New Year!!

It's been a loooong, looong time. Again, I finally got the time to sit and write peacefully. I own the whole daytime! Unlike what I do usually. Today, on my day-off, I'm rolling on my bed like almost the whole day! Usually, I will spend it going out with friends or maybe just myself, but today, let me just snuggling up here on my lovely bed  ♥ Since I start working, too many things have happened in my life. I can't even tell the whole story. I don't know where I should start. And by the way, it's 2017 now. I really feel time flies so fast. Here are some things I knew more about myself: - I keep on focusing how busy my life is, instead of how I should focus on the little things I've done. - I punish myself a lot. - I do love books, but - No matter how interesting the book is, I will fell asleep slowly when I read (maybe because I always read on bed, or near bed) - I feel weird when everything goes very smooth. - I'm a loner, yet sociable.

I'm Back Lah ~

Alright, so this is the countless time already since I've tried to write new posts. Yes, I wrote so many drafts, and none of them are finished even only one article. Let's get to the point ;) This time, I will just gonna write whatever I think, shall I? :) So, today was another tiring but meaningful day of my ordinary day, working. I always try to learn something new each day. Oh, and by the way, I was starting my article about my first day of work, but yeah, it's still has not finished yet! Gotta upload it ASAP. Okay, back to the topic ;) This is my third week of my working life. Currently I'm working in a resorts venue, where tourists from all over the world come and stay to have a vacation or even just a staycation. This is what I'm gonna talk for the rest of this article. So basically, today I learned the difference of working life and studying life. In school, the teacher will generally assesses you from your homework and test results, and also your beh

Chit Chat (2)

Wohooo! Hari ini, genap 12 hari sejak aku memasuki semester ke-4! Nggak nyangka udah hampir setahun aku tinggal di Singapura. Setelah chit chat terakhir yang kutulis tanggal 25 Juli 2015 (hampir satu tahun yang lalu) yang bisa dibaca di sini , sekarang aku ingin menuliskan apa-apa yang terjadi belakangan ini. Selama liburan kemarin, ada beberapa acara yang kuadakan bersama dengan saudara-saudaraku yang datang ke Singapura. Di sini, aku menjadi sadar bahwa dengan tinggal di negara orang / kota lain, kita secara tidak langsung juga dituntut untuk memahami seluk-beluk negara / kota tersebut. Ternyata di dunia nyata pun, aku harus melatih kemampuan tourism -ku, mempraktekkan ilmu yang ku dapat dari sekolah. Nah, berlanjut ke cerita lain, musim hujan telah tiba. Tanpa diminta pun, setiap pagi pasti cuacanya enak, adem. Karena hujan. Tapi karena itu juga, suhu ruangan menjadi lebih rendah, dan tapakan kaki di lantai terasa lebih dingin dari biasanya. Aku butuh sesuatu yang hangat. #Eaaa

Perbedaan Orang Singapura dan Indonesia

Seperti kegiatan sebelum-sebelumnya, sembari aku menyelesaikan berbagai buku yang kupinjam dari berbagai tempat, aku juga ingin menuliskan review  buku-buku yang kubaca di blogku. Artikel-artikel terakhirku,  Tepat Satu Bulan! :')  dan Doriyaki!  menceritakan tentang buku-buku terakhir yang kubaca, The Alchemist karya Paulo Coelho dan Doriyaki karya Andori Andriani. Nah, kali ini, aku menuliskan pemikiranku mengenai perbedaan orang-orang yang tinggal di Singapura dan di Indonesia. Meskipun tidak semua orang yang tinggal di Singapura melakukan hal-hal ini, namun sebagian besar, mereka melakukannya. Di semester ke-3 ku di Singapura, akhirnya aku berhasil mengidentifikasi perbedaanya. Langsung saja! Jalannya cepat Yup, orang-orang yang tinggal disini, jalannya cepaatt. Hal ini benar-benar terasa saat kamu berada di stasiun MRT. Ketika aku berada di stasiun MRT Dhoby Ghaut, aku baru sadar kalau mereka jalannya cepat semua. Meskipun orang tersebut jalan sambil main hape dan p

Selamat Idul Fitri!

Bagi yang merayakan, aku ingin mengucapkan: Sleamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H! Mohon maaf lahir dan batin, ya :) kalo aku pernah melakukan banyak kesalahan selama ini, mohon dimaafkan. Di artikel kali ini, aku bisa menunjukkan pada kamu, bagaimana suasana Ramadhan di Singapura, khususnya di Paya Lebar. Tepat seminggu yang lalu, tanggal 29 Juni 2016, aku pergi bersama dengan teman-teman ke daerah Paya Lebar. Dimana di daerah ini banyak orang Muslim yang menetap. Kebanyakan dari Malaysia. Jadi setiap tahun, daerah Paya Lebar akan diadakan pasar malam. Tahun ini, mumpung aku lagi nganggur liburan, datanglah aku kesana. Kita datang sekitar jam 6 sore. Suasana masih belum terlalu ramai. Yang dijual di pasar malam ada banyak. Sarung, makanan, minuman, jajanan, dan lain-lain. Untuk kita, tentu saja, kuliner! Makanan yang kita beli diantaranya adalah es semangka, takoyaki, kebab, cumi goreng, martabak, makaroni, jagung, dan lain-lain. Kita juga membeli berbagai macam

Aku & ASUS-ku

Aku meminang laptop ASUS di awal bulan Oktober tahun lalu. Kulakukan berbagai pengamatan dan membandingkan spesifikasi laptop ini dengan pilihan lain yang serupa. Namun pada akhirnya, hatiku jatuh pada ASUS N551ZU. Sebagai pengenalan, aku ingin bercerita sedikit tentang diriku. Namaku Kennice, aku seorang mahasiswi di sebuah universitas swasta. Aku memiliki banyak hobi yang berkaitan dengan multimedia dan menulis. Laptop lamaku telah berperan besar dalam kelangsungan kehidupanku di SMA (oke, aku mulai lebay). Sekarang, aku membutuhkan laptop dengan spesifikasi lebih untuk menunjang hobi-hobiku. Dengan pertimbangan yang panjang, akhirnya kuputuskan untuk membeli ASUS N551ZU, meskipun sempat berdebat dengan ayahku. Maaf ayah, karena aku tahu benar apa yang kubutuhkan, jadi aku tetap bersikeras dengan pilihanku. Sekarang, dengan N551ZU di pelukan, aku dapat melakukan hobi-hobiku, yang aku yakin, akan menjadi bisnisku kelak. Disini, akan kuceritakan berbagai hal yang

April Mop & Jadi Kawancut!

Akhirnya, saat yang gue tunggu-tunggu tiba juga. Gue langsung cerita aja, ya. Tanggal 1 April, April Mop. Lu semua udah pada tau, kan? Sebel juga sih. Gue kena tipu temen gue. Nggak parah-parah amat, sih. Cuma sebel aja kok bisa ketipu. Apalagi gue yang jadi ikan pertamanya pula. Jadi hari itu, aku lagi enak-enakan baca buku dengan gaya 'ndelosor' alias tiduran di titik paling wenak, sambil chatting  sama temen juga. Semua berawal dari dia, "gue lagi cuci baju." Gue bilang, "nunggu cucian baju kali, ye." "aku cuci pake tangan, nih." "beneran lu?", refleks, aku langsung bereaksi. "lu ga percaya gue?" "cuma kaget, kok!!" "hal biasa kali." Oke. Terus kita lanjut chatting  aja. Tanpa gue merasa aneh sedikitpun, meskipun dia lagi cuci baju. "Gue barusan selesai cuci, nih", katanya. "Btw, gimana cara lu chatting- an sama gue pas lu lagi cuci baju?", gue mulai meras

Suka Duka Anak Kos

Anak kos. Pasti banyak diatara kamu yang ngekos di kota atau negeri lain. Entah untuk SMA, atau perguruan tinggi. Hari ini, aku mau membahas suka-dukaku jadi mahasiswi di negeri lain, dalam hal tinggal sebagai anak kos. Untuk memulainya, kuceritakan terlebih dahulu gambaran tentang kos-kosan ku. Aku tinggal di sebuah apartemen di daerah Novena. Sekitar 8-10 menit berjalan kaki dari stasiun MRT. Disini, aku menyewa sebuah kamar untuk kutinggali sendiri. Tidak ada tuan rumah, hanya ada teman-teman serumah. Tapi sekitar tiga hari sekali, akan ada pembantu yang membersihkan rumah dan mengurus cucian baju. Nah, teman-teman serumahku ini ada yang berasal dari sesama Indonesia, ada juga yang dari Filipina. Karena akomodasi di Singapura lumayan mahal, apalagi daerah Novena, jadi aku menyewa kamar yang tidak ada WC-nya. Alias berbagi WC dengan teman serumah. Nah, mari kita mulai. Lagi asyik-asyiknya ngerjain tugas, tiba-tiba mesin cucinya berbunyi. Menandakan bahwa cucian telah selesai d

Jalan-Jalan Day [Part 2]

Hari yang cerah di tanggal 19 Maret. Aku memutuskan untuk pergi dengan seorang teman dekatku. Awalnya dia minta aku yang memutuskan pergi kemana. Jadi aku pun searching  internet, dan dengan santainya kubilang, ke Gunung FAber. Oke. Jadilah kita ke sana. Sesampainya disana, betapa kagetnya kita, bahwa ternyata itu adalah tempat yang pernah kita kunjungi sebelumnya, Henderson Waves. Rupanya, lokasi Henderson Waves sangat dekat dengan Gunung Faber. Yah, kecewalah kita. Tapi, nggak apa. Kita mendapat pengalaman baru. Jadi tahu kalau Henderson Waves itu kurang lebih sama dengan Gunung Faber. Gua pikir 'wah, keren juga, ternyata ada gunung di deket sini!', nggak tahunya, kita udah pernah kesana. Sebenarnya nggak terlalu gunung, sih. Bisa dibilang bukit. Hehe. Jadi inilah pemandangan dari gunung itu: Setelah kira-kira satu jam, kita melanjutkan perjalanan ke Henderson Waves. Berikut foto-fotonya: Henderson Waves adalah tempat yang lumayan enak untuk sekedar dud