Skip to main content

Posts

Showing posts from 2023

Day 30: My Childhood Ambition

Write about your childhood ambition. Image by Vecstock on Freepik Sejujurnya, aku tidak ingat mimpi apa yang kutulis di katalog kelulusan SD. Tapi ada satu mimpi yang pernah muncul di benakku saat SMA. Aku pernah ingin menjadi seorang pianis. Aku mulai belajar musik sejak SD, saat itu, aku memainkan organ. Aku mempelajari adanya konsep kunci-kunci dasar yang dapat kuhapalkan. Tapi dengan belajar dari kecil, bukan berarti aku menjadi seorang prodigy . Udah nggak pandai, masih malas pula kalo disuruh latihan. Kemudian beranjak SMA, aku mulai les piano dan memainkan beberapa lagu yang lebih sulit dari pada yang kumainkan saat SD. Aku juga melalui tes ABRSM ( Associated Board of the Royal Schools of Music ) grade 3 saat itu. Masih belum terlalu jauh, tapi melalui tes ABRSM memberiku sedikit trauma dengan musik. Aku lulus ujian dengan nilai merit , yaitu nilai dibawah distinction . Tapi untuk meraih nilai itu aku harus mengorbankan banyak hal. Banyak waktu yang terpakai karena aku over-wor

Day 29: Who and What Adds Meaning

Who and what adds meaning to your life. Agustus, 2023 Tentunya sulit untuk menunjuk hanya satu orang saja. Orang-orang disekitarku selalu menambah meaning dalam hidupku. Sebagian besar datang dan pergi, terkadang kembali, kemudian hilang lagi. Apalagi semakin dewasa dan bertambah usia, sepertinya teman-teman semakin punya kesibukan. Termasuk aku sendiri. Jadi ujung-ujungnya hanya menyapa tipis-tipis di media sosial. Tapi nggak apa-apa, meskipun begitu, aku percaya setiap orang memiliki “fungsi”-nya masing-masing dalam hidupku. Mungkin aku nggak sadar makna kehadirannya pada waktu itu dan baru ngeh setelah beberapa tahun berlalu, atau mungkin saat ini sudah nggak ngobrol, tapi masih terkadang kontakan sedikit-sedikit. Ada banyak faktor yang menentukan peran seseorang dalam hidupku. Jadi, jika ditanya ‘siapa’, tentunya tergantung dari musim hidup yang sedang kujalani. Setiap musim, pemerannya berbeda-beda. Aku hampir selalu belajar sesuatu dari setiap orang yang kutemui, dan sedikit demi

Day 28: Where to Travel Next

Where do you wish to travel next? Image by pikisuperstar on Freepik Ada banyak negara yang ingin kukunjungi. Jika harus memilih, dengan kondisi uang dan waktu tidak menjadi masalah, aku akan memilih: Israel. Tujuannya untuk ziarah, bonus jalan-jalan. Aku selalu memiliki curiosity khusus tentang kepercayaanku. Mempunyai kesempatan untuk mempelajari dan mendatangi tempat-tempat suci secara langsung adalah salah satu keinginanku. Akan lebih mantap kalo bisa sekaligus jalan-jalan dari Maroko, mampir ke salah satu gurun pasir terbesar di dunia untuk mungkin berkemah dan melihat bintang-bintang saat malam, kemudian dilanjutkan ke Algeria dan Tunisia, melihat berbagai bangunan-bangunan kuno, lalu Mesir, tentu saja mampir ke piramida yang terkenal itu, kemudian Israel untuk ziarah, dan berakhir di Jordan. Tapi, jika mau lebih realistis, dengan pertimbangan waktu dan uang, sepertinya saat ini New Zealand yang lebih masuk akal. Karena lokasiku saat ini lebih dekat untuk kesana, jadi aku tidak pe

Day 27: A Gift that I Cherish

Write about a gift you have always cherished. Image by Freepik Hadiah yang paling berkesan buatku adalah sebuah iPhone. Bukan karena mahalnya, tapi karena alasan dibalik hadiah itu. It's a thoughtful gift . Tahun 2021, meskipun pandemi sudah sedikit lebih reda, tapi mobilitas rakyat masih belum kembali seperti sebelumnya. Saat masuk ke mall contohnya, aku masih harus membuka aplikasi “PeduliLindungi”, supaya bisa scan kehadiranku sebelum masuk. Yang menyedihkan adalah hapeku saat itu sudah cukup tua, untuk mengakses aplikasi PeduliLindungi saja hampir tidak mampu. Dan ketika mampu, it’s gonna take like 5 minutes just to load the app . Kemudian akhir tahun 2021, saat mas patjar sudah pindah ke Jakarta, aku pergi ke mall bersama dia dan mungkin karena kelamaan LDR, dia nggak ngeh dengan hapeku yang lemot. Jadi setelah itu, dia berusaha untuk memperbaiki hapeku, tapi tidak berhasil. Besoknya, dia mengajakku untuk membeli hape. Dan yang berkesan buatku adalah spontanitas dia dibalik i

Day 26: My Favourite Song

Write about your favorite song and share your memories associated with it. Image by pvproductions on Freepik Sejak masih sekolah hingga saat ini, lagu favoritku adalah "Always with Me" alias いつも何度でも (Itsumo Nando Demo). Pertama kalinya mendengar lagu ini adalah ketika kakakku pulang ke Indonesia bertahun-tahun yang lalu. Dia membawa CD musik favoritnya, berjudul "Ghibli the Best". Aku memutarnya di komputer dan mendengarkan satu persatu musik di dalam CD itu, yaitu kumpulan lagu-lagu terbaik dari studio Ghibli. Kemudian ketika mendengar lagu ini, aku hampir nggak percaya. Ternyata ada musik yang seindah ini?? Dimana aja kamu selama ini??? Aku mendengarkan lagu ini on repeat  dan nggak pernah bosan. Nggak peduli aku lagi ngerjain apapun juga. Lagu ini membuatku tenang dan kalem. Alunan musiknya seperti membawaku ke masa lalu, dengan banyaknya hal yang sudah terjadi, lika-liku kehidupan yang dialami, semuanya seperti terajut menjadi sebuah petualangan yang patut dihar

Day 25: The First Wish I Make

What is the first wish you want to make if you are granted three wishes? Image by Layerace on Freepik Baru beberapa hari yang lalu aku ngobrol sama teman kerja tentang " superpower apa yang ingin kamu miliki, jika kamu bisa meminta?". Setelah sedikit diskusi dan berpikir, ternyata aku sebenernya pengen bisa teleport kemanapun. Jadi itu jawabannya jika common sense tidak masuk pertimbangan. Permintaan pertama jika diluar nurul: kemampuan berteleportasi. Supaya aku bisa dengan mudah pergi kemanapun aku mau, dan bertemu dengan siapapun, kapanpun. Aku bisa bertemu dengan orang-orang yang disayang dengan mudah dan cepat, nggak peduli dimanapun aku berada. Kalo lebih realistisnya, permohonan pertama yang akan aku pinta tentu saja seperti orang pada umumnya: menang lotre! Nggak tahu gimana caranya bisa menang, karena aku sendiri nggak pernah beli lotre disini. Tapi kalo memang permohonannya dikabulkan, apapun bisa terjadi kan? Aku sudah pernah lihat ayam bersin, burung melompat-lom

Day 24: Three Things I Cannot Let Go of

What are the three things you are unable to let go of? Image by Freepik Hmm, hal-hal yang bikin aku gagal move on  ya? Agak susah. Tapi mungkin aku bisa bahas tentang kebiasaanku yang cukup konsisten kulakukan dari dulu, yang sampe sekarang masih aku lakukan (mungkin malah lebih parah). Dimulai dari kebiasaan untuk tanya macam-macam yang kadang suka lupa dikasih filter. Gak peduli mau orang jabatan staf atau jabatan direktur, mau orang Indonesia atau orang Ethiopia, kalo aku punya pertanyaan, aku tanyain semua. Downside -nya? Situasi ngobrol seringnya jadi awkward . Kalo saat ini sepertinya sudah lebih terkendali, tapi kadang masih tetap gatal pengen tanya. Kemudian kebiasaan untuk overestimate waktu yang kupunya. Maksudnya kalo dalam satu hari semua orang punya 24 jam, kadang aku malah siapin  to-do list untuk orang yang punya waktu 36 jam sehari. Aku overestimate waktu yang kupunya. Kupikir aku bisa menyelesaikan berbagai macam hal dalam sehari, tapi lupa kalo down time dan mandi p

Day 23: My Inspiration

Your inspiration. Image by jigsawstocker on Freepik Ada banyak hal yang bisa menjadi sumber inspirasi. Waktu kecil dulu, kita disuguhkan dengan berbagai orang-orang yang hebat dan ditanya, “siapa panutan kalian?”. Selama sekolah, aku mengagumi Florence Nightingale. Seorang perawat di masa perang yang dianggap sebagai founder of modern nursing . Aku kagum atas segala hal yang dia lakukan pada zaman itu dan aku mendambakan keberanian yang dia miliki. Kemudian beranjak SMP, aku mengagumi Marie Curie, wanita pertama yang memenangkan Nobel Prize dan satu-satunya orang yang memenangkan Nobel Prize dua kali dalam bidang yang berbeda: kimia dan fisika. Aku salut dengan kecerdasan dan keingintahuan yang dimilikinya. Di bangku SMA, aku suka sekali dengan Wladyslaw Szpilman, seorang pianis keturunan Yahudi yang berhasil bertahan hidup saat masa-masanya Holocaust . Dia menunjukkan ketabahan hati yang luar biasa, yang aku nggak akan pernah paham kayanya dengan situasi hidup yang aku miliki sekarang

Day 22: Creating an Ideal World

What can you do to create an ideal world for yourself and others? Image by pch.vector on Freepik Dunia yang ideal untukku adalah dunia dimana aku bukan siapa-siapa ( just a nobody ), tapi punya hal-hal yang aku perjuangkan (mimpi, personal values , hubungan, dll), dan aku memiliki kebebasan (dalam hal kebebasan finansial, waktu, dan kesehatan) untuk melakukan semua itu. Bagaimana untuk menciptakan dunia yang ideal itu? Jawabannya ada di waktu sekarang. Saat ini pun aku bukan siapa-siapa, memiliki hal-hal yang ingin kuperjuangkan, dan memiliki kebebasan yang cukup untuk melakukan semua itu. Mungkin saat ini aku masih struggling dengan standar kebebasan yang ingin kucapai, but I’m working on it . Aku berusaha untuk menemukan cara supaya aku bisa tetap menikmati prosesnya, dengan kebebasan-kebebasan yang kumiliki saat ini. Jadi menurutku, cara untuk menciptakan dunia yang ideal itu adalah dengan memanfaatkkan segala kebebasan yang ada untuk mencapai standar yang kuinginkan. Menggunakan re

Day 21: That One Thing I Have Always Wanted to Do

What is that one thing you have always wanted to do but could not. Image by DilokaStudio on Freepik Simpel. Aku pengen meng- organize  semua dokumen digital, foto-foto, video, data, dan lain-lain. Aku pengen semuanya bisa tertata dengan rapi dan terorganisir dalam harddisk . Kenapa? Supaya lebih mudah mencari data atau media apapun. Aku masih berusaha untuk menjadi orang yang digitally organized . Karena aku suka ambil gambar dan video, menurutku idealnya data-data dari hape dipindah dan di sortir dalam laptop, sekali sebulan. Supaya saat ada acara dadakan aku nggak bingung dengan memori hape yang penuh. Tapi untuk melakukan itu, apalagi ini tentang hal yang sudah terkumpul sejak lama, pastinya akan membutuhkan banyak waktu untuk merapikannya. Aku sampe berpikir, jangan-jangan kegiatan itu bakal masuk jadi rencana pensiunku, saking aku nggak tahu kapan itu akan terwujud. Sama halnya dengan main game . Sudah nggak tahu lagi kapan aku bisa main dengan santai. Sudah setahun lebih rasanya

Day 20: My life Today

How is your life today? Write three good things and three areas of improvement. Image by Freepik Hari yang cukup tipikal. Meskipun ini adalah hari Sabtu, tapi aku tetap pergi bekerja. Saat ini aku bekerja sebagai lab assistant  di sebuah laboratorium yang meneliti biji kapas. Hah? Kapas ada bijinya? Ada lho. Anyway , karena saat ini masih musim kapas di Australia, jadi jadwal bekerjaku masih cukup panjang, 12 jam setiap hari (dan harus datang 15 menit lebih awal juga, jadi bisa dibilang lebih dari 12 jam setiap harinya). Separuh hariku selalu habis di tempat kerja. Ketika pulang ke rumah, jadi nggak begitu banyak hal yang dapat kulakukan. But here we go, three good things of the day : Pekerjaan hari ini cukup santai: meskipun masih musimnya kapas, saat ini sebenarnya sudah memasuki penghujung musim. Pekerjaan mulai berkurang juga, meskipun kadang-kadang bisa mendadak banyak juga, sih. Tapi dinikmati saja kalo pas dapat hari nyantuy~ Aku bisa berjemur di bawah matahari sambil menyeruput

Day 19: My Long-forgotten Hobby

Your long-forgotten hobby. Image by master1305 on Freepik Salah satu hobi yang pernah aku latih dengan tekun adalah menari. Waktu masih muda dulu (uhuk), pernah mengikuti kompetisi di DBL Indonesia, dan lolos di babak pertama, kemudian kita berangkat ke Surakarta bersama dengan tim pemain basket untuk melanjutkan kompetisi. Kalau aku kilas balik, ternyata itu sudah 10-11 tahun yang lalu. Lagi-lagi aku nggak punya dokumentasinya. Aku cukup tertutup saat sekolah. Nggak biasa foto-foto juga (jangan tanya kalo sekarang gimana). Atau mungkin ada fotonya tapi aku lagi nggak ada akses ke  harddisk  lamaku saat ini. Awalnya mulai tertarik nge- dance karena diajak teman. Nggak, bukan karena Ayo Dance. Aku nggak pernah terpikir aku punya bakat untuk menari, sampai suatu ketika sebelum lulus SMP, ada teman yang mengajakku untuk ikut tampil menari di acara perpisahan SMP. Kemudian di SMA, aku memohon orang tua untuk ikut ekskul menari. Orang tua yang awalnya nggak expect apa-apa, kaget juga saat a

Day 18: One Thing that Changed My Life?

Write about that one movie or book or incident that drastically changed your life. Image by Freepik Aku anak yang nggak suka baca buku. Buku komik? Sure ! Tapi kalo udah yang isinya tulisan doang, aku nggak bisa. Ada banyak sekali buku hibahan dari tanteku yang ada di rumah, dari Sapta Siaga ( the Secret Seven ), Lima Sekawan ( the Famous Five ), hingga buku-buku karya Agatha Cristie, tapi nggak ada satupun yang kusentuh. Kakak-kakakku suka membaca Sapta Siaga, Lima Sekawan, dan juga buku-buku  Chicken Soup for the Soul. Tapi aku masih nggak bergeming dengan kesukaanku akan komik. Bukan berarti aku nggak pernah mencoba untuk membaca buku, tapi aku hampir nggak pernah menyelesaikan satu buku yang isinya hanya tulisan dan grafik. Aku selalu mencari buku yang intensitas tulisan dan gambarnya sama. Sampai suatu ketika, di bangku SMA, isi perpustakaan SMA ku cukup menarik, hampir selalu ada buku-buku yang saat itu sedang best seller di toko buku. Aku masih rajin mampir ke toko buku saat itu

Day 17: Stranded Alone in an Unknown Island. It Looks Like This.

Imagine yourself stranded alone in an unknown island. How does it look? Image by lifeforstock on Freepik Pertanyaan ini membuatku teringat dengan beberapa  game yang kusukai saat kecil bertema “island”. Ada Holiday Island, yaitu game dengan misi untuk mengembangkan sebuah pulau menjadi tempat hiburan. Kemudian ada yang bertema tentang sebuah suku yang hidup in a deserted island . Yaitu Virtual Villagers. Dengan misi untuk menjaga umat manusia tetap ada di pulau tersebut. Kemudian my favourite of them all , yaitu The Sims 2: Castaway. Dimana game ini menggambarkan  first point of view  orang-orang yang terdampar di sebuah pulau yang berusaha untuk bertahan hidup. Jadi untuk pertanyaan ini, mudah sekali untuk kujawab dengan membayangkan The Sims 2: Castaway. Aku melihat sebuah pulau terpencil ini sebagai pulau tropis dengan banyak hasil alam, seperti buah-buahan, air kelapa, bunga, madu, dan lain-lain. Tentu saja dengan kondisi pulau yang demikian, kesempatan untuk bertahan hidup lebih b

Day 16: One Thing that I will Change in My Life if I Could

You are allowed to change one thing in your life. What will it be? Image by rawpixel.com on Freepik Disclaimer dulu ya. Bukan berarti aku nggak happy dengan kondisi/keadaanku saat ini, tapi to be realistic , tentunya selalu ada hal yang “alangkah baiknya jika…” dalam hidup ini. Tanpa mengecilkan nilai-nilai yang ada pada kenyataanya. Ada hal yang baru akhir-akhir ini muncul di benakku. Aku merasa kurang pandai dalam mengolah kata-kata secara lisan. Jika ada satu hal yang ingin kuubah dari hidupku, mungkin aku ingin bisa lebih cakap dalam berbicara. Karena aku semakin sadar bahwa kemampuan untuk memiliki kemampuan itu sangat bermanfaat. Banyak orang yang tidak suka menunggu respon yang lambat, atau jawaban yang tidak jelas dan to the point . Dengan memiliki kemampuan ini, aku rasa banyak masalah dapat terselesaikan dengan cepat dan bahkan dapat mencegah munculnya masalah, karena lebih sedikit kesalahpahaman yang mungkin terjadi. Sulit bagiku untuk mengeluarkan pendapat secara spontan. T

Day 15: My Pet

Write about your pet. Happy family Waktu kecil dulu, aku pernah punya dua ekor hamster (nggak ada fotonya). Aku senang sekali sampe tiap pulang sekolah selalu kuajak main. Padahal hamster seharusnya hewan nokturnal, alias hewan yang melek saat malam, dan tidur saat siang. Tapi saat itu aku masih terlalu kecil untuk mengerti. Aku suka mengganggu waktu hamster-hamster itu sedang tidur. Kemudian beberapa waktu berlalu dan hamster-hamster itu beranak. Lagi-lagi aku yang masih kecil ini juga nggak paham gimana cara merawat hamster yang baru beranak. Alhasil, aku tetap bermain-main dengan mereka saat pulang sekolah. Kemudian suatu hari aku kaget menemukan anak-anak mereka hilang. Aku mencari tahu apa yang terjadi lewat internet. Sepertinya mereka memakan bayi-bayi mereka antara karena stres atau karena aku pernah pegang-pegang bayi mereka (jadi aroma bayinya berubah dan karena aromanya tidak dikenali induk, ada kemungkinan dimakan). Awalnya aku nggak percaya karena mana mungkin hewan seimut

Day 14: Goals for the Next 1 Month

Write your goals for the next one month. Image by Freepik Karena saat ini pekerjaan masih cukup sibuk, aku nggak mungkin set goals macam-macam. Saat ini aku bekerja di sebuah laboratorium. Pekerjaanku adalah mengecek biji-biji kapas. Nah, karena saat ini masih musimnya kapas di Australia, aku masih bekerja lebih dari 12 jam per hari. Dalam 30 hari kedepan, sepertinya pekerjaanku akan melambat perlahan-lahan, seiring berakhirnya musim kapas juga. Jadi, tiga goals untuk 30 hari kedepan cukup ini saja: Selesai membaca satu buku Bulan lalu aku berhasil membaca dua buku. Meskipun yang satunya dalam bentuk  audiobook , tapi nggak apa-apa. Yang penting aku bisa menerima pesan-pesan dari buku itu. Untuk 30 hari kedepan, aku ingin menyelesaikan satu buku. Pengennya sih bukunya Fellexandro Ruby yang berjudul “You Do You”, semoga aku nggak meleng terus ke buku-buku lain. Menyelesaikan 30-day writing challenge di blog ini 30-day writing challenge ini dimulai tanggal 31 Juli, seharusnya selesai

Day 13: Three Most Important People that I’ve Ever Met

Write about the three most important people you’ve ever met. Lagi-lagi setelah berpikir lama, dari semua orang-orang yang memiliki pengaruh dalam hidupku, sepertinya cukup menantang untuk menciutkan hanya dalam tiga orang saja. Tapi aku akan mencoba. Tiga orang (yang bukan keluargaku) yang menurutku memiliki pengaruh besar dalam hidupku dan pernah kutemui: Pak Pambudi , guru sekolah saat SMA (Sudah mencari-cari fotonya tapi ternyata aku gak pernah foto bareng Pak Pam ini. No hoax, tapi maaf no photo ya) Ada banyak guru-guru asik saat aku sekolah, tapi buatku, yang paling berbekas pengajarannya adalah Pak Pambudi. Saat sekolah dulu, mata pelajaran yang dia ajarkan adalah Pendidikan Religiusitas. Uniknya, selama aku bersekolah di sekolah-sekolah Katolik, baru kali ini ada sekolah yang memberikan mata pelajaran yang bukan menekankan Katolik saja, tapi juga pemahaman tentang agama-agama lain yang dianut di Indonesia. Aku ingat sekali awal mula pengajaran beliau, dia meminta masing-masing o

Day 12: A Letter to a Close Friend

Write a letter to a close friend that you lost contact with. Image by Freepik Halo kamu. Aku nggak tahu sampe sekarang, apakah kamu sebenarnya pernah menganggap aku teman dekatmu atau tidak. Tapi saat itu, aku menganggap kamu lebih dari teman dekatku. Kamu adalah sahabat terbaikku. Terima kasih atas segala kenangan yang kamu beri buatku waktu kita masih kecil dulu. Meskipun banyak juga kenangan pahit yang terjadi, tapi aku bersyukur semuanya terjadi. Kamu menunjukkan betapa manusia dapat berubah kapanpun, dan aku jadi belajar untuk tidak terlalu berharap pada manusia sejak dini. Aku pernah mengumpulkan keberanian untuk berbaikan lagi denganmu, tapi sayangnya pesanku tidak berbalas. Jadi aku memutuskan untuk menerima keadaan dan aku belajar untuk tidak menerima closure  dari persahabatan kita. Nggak, aku nggak melimpahkan segala kesalahan padamu. Tentunya ada juga kesalahan-kesalahan yang kulakukan yang mungkin malah memberimu alasan untuk berpaling dari persahabatan kita. Meskipun aku

Day 11: Biggest Lesson I Learned Till Now

 What is the biggest lesson you learned till now? Dulunya kupikir, jujur adalah sebuah tindakan dimana kita sekedar menyatakan kebenaran. Padahal, kebenaran menurut sisi A, belum tentu sama dengan kebenaran menurut sisi B. Jadi, yang manakah kebenaran yang mutlak? Apakah kejujuran semata-mata berdasarkan kebenaran objektif? Kupikir, jujur adalah sebuah tindakan yang konsisten, dimana kita menyatakan hal yang sama, di depan orang maupun di belakang orang. Either at your convenience or at your inconvenience . Tapi, ternyata orang menyebut tindakan itu sebagai "integritas". Kupikir, jujur hanyalah sekedar tindakan inisiatif dari dalam keluar.  But   little did I know  that  kejujuran juga membawa nilai hati nurani. Jika aku berbohong, efeknya juga terasa dari dalam. Kupikir, jujur hanyalah menjawab sebuah pertanyaan dengan sebuah kebenaran, namun, apakah dengan tidak menyatakan sesuatu  —  yang kita tahu sebuah hal itu yang patut diketahui oleh orang yang penting dalam hidup kit

Day 10: A Friend Who Never Left My Side

Write about a friend who never left your side. (Iya, aku tahu eyeliner- ku gak simetri) Teman... Teman hidup boleh kan? Sahabat terbaikku, selain keluargaku, adalah mas patjar. Si super sabar, yang siap menjawab segala pertanyaanku, mendengarkan segala keluh kesahku, dan sahabat yang jujur ketika aku mulai bertindak yang diluar batas "wajar". Seperti sebuah ayat dalam Kitab Suci: Proverbs 27:17 Iron is sharpened by iron; one person sharpens another. Tidak sekadar berbincang dan berdiskusi, namun kita juga dapat "menajamkan" cara pikir dan wawasan masing-masing. Kalo diminta ngobrol tentang sahabatku ini, mungkin kita bahas awal mulanya saja. Kita nggak pernah satu kota, nggak pernah satu kampus, apalagi satu kelas. Tapi kok bisa kenal dekat? Bermula dari aku yang sedang doyan main game yang judulnya Werewolf di Telegram. Aku dan teman-temanku bermain bersama di sebuah grup. Namun tiba-tiba ada masalah, dan akhirnya salah satu temanku mengundang calon sahabatku ini m