Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Blog

Day 30: My Childhood Ambition

Write about your childhood ambition. Image by Vecstock on Freepik Sejujurnya, aku tidak ingat mimpi apa yang kutulis di katalog kelulusan SD. Tapi ada satu mimpi yang pernah muncul di benakku saat SMA. Aku pernah ingin menjadi seorang pianis. Aku mulai belajar musik sejak SD, saat itu, aku memainkan organ. Aku mempelajari adanya konsep kunci-kunci dasar yang dapat kuhapalkan. Tapi dengan belajar dari kecil, bukan berarti aku menjadi seorang prodigy . Udah nggak pandai, masih malas pula kalo disuruh latihan. Kemudian beranjak SMA, aku mulai les piano dan memainkan beberapa lagu yang lebih sulit dari pada yang kumainkan saat SD. Aku juga melalui tes ABRSM ( Associated Board of the Royal Schools of Music ) grade 3 saat itu. Masih belum terlalu jauh, tapi melalui tes ABRSM memberiku sedikit trauma dengan musik. Aku lulus ujian dengan nilai merit , yaitu nilai dibawah distinction . Tapi untuk meraih nilai itu aku harus mengorbankan banyak hal. Banyak waktu yang terpakai karena aku over-wor

Day 23: My Inspiration

Your inspiration. Image by jigsawstocker on Freepik Ada banyak hal yang bisa menjadi sumber inspirasi. Waktu kecil dulu, kita disuguhkan dengan berbagai orang-orang yang hebat dan ditanya, “siapa panutan kalian?”. Selama sekolah, aku mengagumi Florence Nightingale. Seorang perawat di masa perang yang dianggap sebagai founder of modern nursing . Aku kagum atas segala hal yang dia lakukan pada zaman itu dan aku mendambakan keberanian yang dia miliki. Kemudian beranjak SMP, aku mengagumi Marie Curie, wanita pertama yang memenangkan Nobel Prize dan satu-satunya orang yang memenangkan Nobel Prize dua kali dalam bidang yang berbeda: kimia dan fisika. Aku salut dengan kecerdasan dan keingintahuan yang dimilikinya. Di bangku SMA, aku suka sekali dengan Wladyslaw Szpilman, seorang pianis keturunan Yahudi yang berhasil bertahan hidup saat masa-masanya Holocaust . Dia menunjukkan ketabahan hati yang luar biasa, yang aku nggak akan pernah paham kayanya dengan situasi hidup yang aku miliki sekarang

Day 18: One Thing that Changed My Life?

Write about that one movie or book or incident that drastically changed your life. Image by Freepik Aku anak yang nggak suka baca buku. Buku komik? Sure ! Tapi kalo udah yang isinya tulisan doang, aku nggak bisa. Ada banyak sekali buku hibahan dari tanteku yang ada di rumah, dari Sapta Siaga ( the Secret Seven ), Lima Sekawan ( the Famous Five ), hingga buku-buku karya Agatha Cristie, tapi nggak ada satupun yang kusentuh. Kakak-kakakku suka membaca Sapta Siaga, Lima Sekawan, dan juga buku-buku  Chicken Soup for the Soul. Tapi aku masih nggak bergeming dengan kesukaanku akan komik. Bukan berarti aku nggak pernah mencoba untuk membaca buku, tapi aku hampir nggak pernah menyelesaikan satu buku yang isinya hanya tulisan dan grafik. Aku selalu mencari buku yang intensitas tulisan dan gambarnya sama. Sampai suatu ketika, di bangku SMA, isi perpustakaan SMA ku cukup menarik, hampir selalu ada buku-buku yang saat itu sedang best seller di toko buku. Aku masih rajin mampir ke toko buku saat itu

Day 17: Stranded Alone in an Unknown Island. It Looks Like This.

Imagine yourself stranded alone in an unknown island. How does it look? Image by lifeforstock on Freepik Pertanyaan ini membuatku teringat dengan beberapa  game yang kusukai saat kecil bertema “island”. Ada Holiday Island, yaitu game dengan misi untuk mengembangkan sebuah pulau menjadi tempat hiburan. Kemudian ada yang bertema tentang sebuah suku yang hidup in a deserted island . Yaitu Virtual Villagers. Dengan misi untuk menjaga umat manusia tetap ada di pulau tersebut. Kemudian my favourite of them all , yaitu The Sims 2: Castaway. Dimana game ini menggambarkan  first point of view  orang-orang yang terdampar di sebuah pulau yang berusaha untuk bertahan hidup. Jadi untuk pertanyaan ini, mudah sekali untuk kujawab dengan membayangkan The Sims 2: Castaway. Aku melihat sebuah pulau terpencil ini sebagai pulau tropis dengan banyak hasil alam, seperti buah-buahan, air kelapa, bunga, madu, dan lain-lain. Tentu saja dengan kondisi pulau yang demikian, kesempatan untuk bertahan hidup lebih b

Day 16: One Thing that I will Change in My Life if I Could

You are allowed to change one thing in your life. What will it be? Image by rawpixel.com on Freepik Disclaimer dulu ya. Bukan berarti aku nggak happy dengan kondisi/keadaanku saat ini, tapi to be realistic , tentunya selalu ada hal yang “alangkah baiknya jika…” dalam hidup ini. Tanpa mengecilkan nilai-nilai yang ada pada kenyataanya. Ada hal yang baru akhir-akhir ini muncul di benakku. Aku merasa kurang pandai dalam mengolah kata-kata secara lisan. Jika ada satu hal yang ingin kuubah dari hidupku, mungkin aku ingin bisa lebih cakap dalam berbicara. Karena aku semakin sadar bahwa kemampuan untuk memiliki kemampuan itu sangat bermanfaat. Banyak orang yang tidak suka menunggu respon yang lambat, atau jawaban yang tidak jelas dan to the point . Dengan memiliki kemampuan ini, aku rasa banyak masalah dapat terselesaikan dengan cepat dan bahkan dapat mencegah munculnya masalah, karena lebih sedikit kesalahpahaman yang mungkin terjadi. Sulit bagiku untuk mengeluarkan pendapat secara spontan. T

Day 13: Three Most Important People that I’ve Ever Met

Write about the three most important people you’ve ever met. Lagi-lagi setelah berpikir lama, dari semua orang-orang yang memiliki pengaruh dalam hidupku, sepertinya cukup menantang untuk menciutkan hanya dalam tiga orang saja. Tapi aku akan mencoba. Tiga orang (yang bukan keluargaku) yang menurutku memiliki pengaruh besar dalam hidupku dan pernah kutemui: Pak Pambudi , guru sekolah saat SMA (Sudah mencari-cari fotonya tapi ternyata aku gak pernah foto bareng Pak Pam ini. No hoax, tapi maaf no photo ya) Ada banyak guru-guru asik saat aku sekolah, tapi buatku, yang paling berbekas pengajarannya adalah Pak Pambudi. Saat sekolah dulu, mata pelajaran yang dia ajarkan adalah Pendidikan Religiusitas. Uniknya, selama aku bersekolah di sekolah-sekolah Katolik, baru kali ini ada sekolah yang memberikan mata pelajaran yang bukan menekankan Katolik saja, tapi juga pemahaman tentang agama-agama lain yang dianut di Indonesia. Aku ingat sekali awal mula pengajaran beliau, dia meminta masing-masing o

Day 8: What Fascinates Me About Life And People Around Me

What fascinates you about life and people around you? Image by ijeab on Freepik Ada beberapa hal yang kupelajari tahun ini yang membuatku kagum dengan kehidupan dan relasi manusia. Dan dua hal ini sangat dekat di hatiku saat ini: Bahwa aku bisa mendesain hidupku sesuai dengan apapun yang kuinginkan (tentunya ada campur tangan keberuntungan juga). Aku merasa hidup ini penuh dengan kesempatan. Okelah, nggak semua orang dilahirkan di “titik mulai” yang sama. Ada yang Titik Mulainya sudah lebih di depan, alias dilahirkan di keluarga yang lebih mapan dan punya banyak koneksi. Ada juga yang mulainya di Titik Mulai yang biasa aja, dimana orang dilahirkan di keluarga yang biasa-biasa aja dengan kapasitas koneksi yang biasa-biasa aja. Dan ada juga yang bahkan masih jauh di belakang Titik Mulai orang pada umumnya, dimana dia tidak memiliki pendidikan yang cukup atau koneksi yang bagus. Namun uniknya, kita punya kebebasan dalam hidup ini. Kita sama-sama memiliki kesempatan untuk melampaui kapasit

Day 5: Most Interesting Day of 2022

Write about your most interesting day of the past year. Image by jannoon028 on Freepik Tahun lalu adalah tahun yang cukup fluktuatif. Ada banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku. Resign dari pekerjaan  full-time , kembali ke LDR relationship , tinggal di pedalaman Australia, bekerja menjadi buruh, dan lain-lain. Jika harus memilih satu, mungkin yang paling berkesan adalah hari di saat aku meninggalkan Indonesia (lagi). Bukan berkesan karena itu hari yang menyenangkan, tapi karena itu hari yang terasa panjang dan cukup berat. Tanggal 28 Maret 2022. Berpisah dengan keluarga dan kekasih, berangkat ke Australia dan bertemu dengan banyak orang baru. Bahkan ketika sampai di Australia-pun, banyak hal yang sayangnya tidak berjalan dengan mulus. Belum lagi dihantui perasaan khawatir akan masa depan yang nggak jelas. Masih ingat rasanya hari itu, dimana aku bersama dengan kakakku transit  dulu di Melbourne beberapa jam, kemudian lanjut untuk terbang lagi, menuju ke Brisbane. Kita hanya tidur

Misi Mau Update Blog Lagi

Yup, ini blog udah kaya proyek mangkrak. Nggak terasa udah tiga tahun lebih aku nggak posting. Kadang pengen posting tapi takut yang diposting nggak berfaedah. Tapi bukannya tujuan blog buat itu ya? Untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, apa yang dialami. Menulis bukan sekedar media berbahasa, tapi untuk mengenali diri lebih jauh, tanpa berpikir terlalu panjang tentang apa yang ingin diungkapkan. Menurutku, rajin nulis blog itu seperti layaknya streamers . Sisi kehidupanmu sehari-hari, menjadi terekspos di dunia maya. Bukan seperti penulis yang memang memiliki tujuan untuk menyelesaikan sebuah artikel sains, atau penulis cerita novel, atau penulis-penulis lain yang memiliki fokus. Bagiku, penulis blog mirip seperti seorang streamer . Mereka mendokumentasikan kegiatannya sehari-hari, tapi bukan diari. Mereka dapat berinteraksi dengan orang-orang yang membaca atau menonton kegiatan mereka sehari-hari, dan bertumbuh bersama para pembaca/penonton. Bukan. Aku bukan seorang blogger. Update

9 Things I Learned in 2018

Hi there! This is going to be my last post this year :) After writing and rewriting some drafts, I decided to make this as my last post in 2018. I hope everyone will enjoy reading this as much as I enjoyed writing it! So, here are 9 things I learned in 2018: Thoughts are thoughts. And I should be the observer of my own mind. Especially those irrational thoughts and fears. They're definitely the products of my brain and I should be in control of it. Sleep is super important. But too much sleep makes me unproductive. The less I sleep, the grumpier I get, the less attention I pay to the stuff I am supposed to. Therefore, I should put my sleeping schedule on the top priorities next year and not getting too much sleep too because it makes me super lazy for the rest of the day. I cannot read all books in the world so I better choose wisely on what I read next year. Skimming and scanning may be the right techniques I should develop to decide the books I want to c

5 Fakta Soal Diri Sendiri

Oke, jadi topik hari ini adalah fakta-fakta tentang seorang Kennice Setiadi. Brace yourselves, it's gonna be mind-blowing. Pernah berbagi toilet dengan seorang pendeta bule selama lebih dari seminggu. Saat itu gue masih tinggal di Singapura. Gue selalu share  kamar mandi sama penghuni kamar sebelah gue. Satu kamar di tempat tinggal gue itu yang selalu disewakan untuk orang-orang. Jadi dari waktu ke waktu, penghuni kamar itu selalu berganti. Gue hampir selalu tabrakan jadwal mandinya sama penghuni baru. Suatu ketika, ada orang yang tinggal di kamar tersebut, seorang cewe. Semakin hari berlalu, semakin gue curiga kalo cewe ini kerjanya bener atau nggak. Soalnya dia selalu keluar malam, pulang pagi. Beberapa kali gue ketemu dia ketika berangkat dan pulang kerja. Dandanannya ga begitu wajar dan cenderung menunjukkan lekuk badannya. Di siang hari, dia mematikan lampu kamarnya, tentunya tidur. Baru kali ini gue punya teman share kamar mandi yang jadwalnya beda banget, jadi gue meras

Tentang Media Sosial

Sumber: images.google.com Ada banyak sekali media sosial yang tersedia di sekitar kita, yang paling sering digunakan antara lain adalah Instagram. Instagram merupakam medsos yang unik, seperti gabungan dari Facebook, Snapchat dan YouTube. Kita bisa share gambar, dengan caption  yang nyeleneh, bisa bikin gambar yang hanya akan ditahan di Instagram selama 24 jam saja, dan ada juga IG TV yang memungkinkan kita untuk bikin channel sendiri. Selain itu, kita juga bisa chatting  juga. Nah, itu adalah Instagram. Secara pribadi, gue merasa media sosial adalah tempat buat orang-orang berkarya, menunjukkan hasil kreativitas mereka, sekaligus sebagai wadah untuk humble bragging , yaitu aktivitas memamerkan sesuatu tanpa terkesan pamer. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah #wakeuplikethis . Meskipun begitu, bukan berarti sosial media selalu membawa dampak buruk. Sosial media bisa menjadi pengaruh baik bagi orang banyak karena dengan sosial media, orang-orang cenderung akan nge

Kota-Kota yang Pernah Kutinggali

Di Indonesia, gue dari lahir tinggalnya di Semarang. Sejak mulai kuliah, gue tinggal di Singapura dan beberapa bulan setelah pendidikan S1 gue selesai, gue sempat tinggal di Hong Kong. Itu tiga kota pertama yang pernah gue tinggali dalam hidup gue. Sumber: images.google.com Kota pertama, Semarang. Ibukota Jawa Tengah yang cukup jarang terdengar di luar negeri. Padahal makanannya enak-enak. Kota yang gue tinggali selama hampir 20 tahun silam, merupakan kota yang lumayan damai dulunya. Akhir-akhir ini, kota Semarang semakin macet lalu lintasnya. Mulai didirikan banyak hotel, kafe, dan restoran. Which leads to more fooooodddss !! Anyway , Semarang punya makanan andalan, yaitu lumpia. Banyak yang suka, tapi ada juga yang ga suka, karena baunya menyengat, dll. Tapi gue pribadi suka makan lumpia. Biar lulus jadi citizen -nya Semarang. Hahaha. Banyak terdapat bangunan dan monumen bersejarah yang menjadi daya tarik kota Lumpia ini. Seperti Kota Lama, Lawang Sewu d

Kenapa Memilih Nama Sendiri Sebagai Judul Blog?

Believe it or not, I can talk a lot about this. Jadi Kennice Setiadi adalah nama gue, dan gue pake nama gue sebagai judul blog simply  karena gue bangga sama nama gue. Meskipun gue punya banyak pengalaman yang kurang menyenangkan karena nama gue, tapi kalo diingat ternyata lucu juga. Gue bisa ceritain beberapa pengalaman itu. Pertama, karena nama gue sepertinya cukup langka, jadi ada saja orang yang kurang bisa pronounce nama gue dengan benar, termasuk teman-teman dekat gue. Kalo mau tau pronounce  nama gue yang benar, ketik aja "Kennice" di google translate dari English ke Indonesian, trus klik simbol speaker -nya. Kalo nggak dengerin dengan cermat, nama gue bisa kedengeran kaya bule ngomong " tennis ". Kalo temen gue orang yang mother tongue -nya bahasa Mandarin, biasanya mereka ucapin nama gue kaya bule ngomong " ganice ", atau " candice ". Tapi gue udah maklum, terima aja semua panggilan dari mereka. Kedua, ketika SMP, nama gue pe

Tema Blog Favorit?

Sumber: images.google.com Travel! Gue paling sering bukain blog tentang travel. Mulai dari yang travel keliling Indonesia atau yang keliling Eropa, gue pernah bukain blog-nya. Baru-baru ini gue bahkan nemuin satu travel blogger baru asal Knetucky, AS. Sepertinya baru membangun karirnya tahun ini, namanya Ashley (kalian bisa lihat blog-nya disini ). Semakin gue baca travel blogs , gue semakin merasa kalo pekerjaan sebagai travel blogger  itu sangat nggak mudah, just like any other jobs. Semua punya tantangan tersendiri, dan sebagai travel blogger , nampaknya mereka harus merangkap semuanya seorang diri atau jika bersama pasangan/keluarganya, mereka harus berkoordinasi sendiri, mulai dari pembuatan itinerary, booking, packing, journaling, writing, editing, dan banyak dari mereka yang merangkap sebagai seleb insta juga, which means mereka harus memiliki skill dalam fotografi juga. Especially mereka yang baru memulai karirnya sebagai travel blogger . Dari pengalaman gue jalan-ja

Kenapa Menulis Blog?

Sumber: images.google.com Meskipun belum pernah ada yang nanya gue pertanyaan diatas, tapi gue mau tetep ngejawab aja. Berhubung gue ikutan 30 Day Blog Challenge , jadi gue mau pasang kedok ceriwis gue. Gue mulai ngeblog sejak SMP. Awalnya karena tugas sekolah untuk posting 1-2 artikel, eh lama-lama gue makin suka posting sendiri terutama setelah gue mulai gabung klub jurnalistik. Sepertinya memang sudah sejak kecil gue punya banyak hobi, menulis salah satunya. Semakin gue bertumbuh dan mengerti lebih banyak hal, gue merasa semakin sulit untuk mengemukakan pendapat gue. Gue takut kalo pilihan kata gue kurang tepat dan malah menyinggung perasaan orang. Terus gue mulai mikir aja kalo lewat tulisan itulah gue lebih nyaman buat menumpahkan ide dan pemikiran gue, karena gue lebih punya waktu buat merangkai kata supaya pembaca dapat dengan pasti menangkap maksud gue. Begitulah gue pikir privilege dari penyampaian melalui tulisan. Jika ditanya, apakah gue menulis blog karena gue s

A Serendipitous Encounter

This is the first post in 2018! I couldn't believe it! Well, where shall we start? There is this one story I would like to share. It happened just last week. I have not shared about this with anyone yet. But I will to you! So, last Saturday was the day when I still worried especially about my school stuff, but I decided to go out for a personal photo hunting session. I brought all my school stuff in my phone - in case if I have the mood to prepare for my presentation next week. But no. I knew I wouldn't. So I walked from my house to Dhoby Ghaut area. The walking itself took me about one hour, but I had lunch on the way to the destination, so I spent more than an hour to reach there. I was so happy that on the way to Dhoby Ghaut, I learned some stuff about my camera. Yes, I am unfamiliar with this thing, so... After I was happy with the pictures I took in Dhoby Ghaut (this area doesn't have many good objects but my purpose is to practice myself wi