Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

April Mop & Jadi Kawancut!

Akhirnya, saat yang gue tunggu-tunggu tiba juga. Gue langsung cerita aja, ya. Tanggal 1 April, April Mop. Lu semua udah pada tau, kan? Sebel juga sih. Gue kena tipu temen gue. Nggak parah-parah amat, sih. Cuma sebel aja kok bisa ketipu. Apalagi gue yang jadi ikan pertamanya pula. Jadi hari itu, aku lagi enak-enakan baca buku dengan gaya 'ndelosor' alias tiduran di titik paling wenak, sambil chatting  sama temen juga. Semua berawal dari dia, "gue lagi cuci baju." Gue bilang, "nunggu cucian baju kali, ye." "aku cuci pake tangan, nih." "beneran lu?", refleks, aku langsung bereaksi. "lu ga percaya gue?" "cuma kaget, kok!!" "hal biasa kali." Oke. Terus kita lanjut chatting  aja. Tanpa gue merasa aneh sedikitpun, meskipun dia lagi cuci baju. "Gue barusan selesai cuci, nih", katanya. "Btw, gimana cara lu chatting- an sama gue pas lu lagi cuci baju?", gue mulai meras

Buku Pertama yang Gue Baca

Halo semuanya! Siapa yang masih suka baca buku disini? Nggak cuma artikel-artikel di internet aja. Atau.. Gue tiba-tiba jadi kepo, nih. Ada yang lebih suka baca buku fisik daripada gadget? Hehe. Aku pribadi, lebih suka buku fisik, sih. Soalnya nggak bikin mata capek :D Kita mulai dengan perkenalan diriku saat masih bocah, ya. Aku, Kennice, gadis kecil yang dulu sangat tidak suka buku. Buku pelajaran gue aja gue sobek-sobek terus bagian tengahnya. Buat apa? Buat menggambar. Nggak cuma bagian tengah, bagian belakang pun kepake cuma buat gambar. Banyak buku SD gue yang hampir nggak ada isinya semua. Karena aku cuma bakal nulis kalo gurunya suruh catat. Sampe tobat nyokap gue, setelah lihat nilai-nilai gue. Eh, salah cerita nih kayaknya. Kok jadi buka aib gini, ya. Jadi gini... Ehm... Sampe mana ya? Oke. Gue to the point aja. Gue tuh orangnya nggak suka pegang buku tebel-tebel. Gue suka banting-banting buku-buku cetak gue waktu SD yang tebelnya segendel-gendel. Sampe

Kembali ke 'Sekolah'

Hari Senin kemarin, akhirnya aku kembali ke kehidupan sekolah. Padahal gue udah kuliah, tapi nyebutnya masih sekolah. EGP. Jadi gini... Hari pertama ke sekolah, gue udah telat lagi. Hari pertama, biasanya diadakan daftar ulang terlebih dahulu. Jadi aku pun mengantri di antrian yang sudah panjang. Mau apa lagi, deh. Salah sendiri dateng telat. Hiks. Ternyata, teman-temanku dengan sabar ikut menungguku. Padahal mereka sudah selesai dari tadi, dan kelas sudah dimulai. Tapi tetap duduk di sana, menungguku. Aih~ Lanjut. Minggu pertama di semester ke-3 ku ini kulewati dengan oke. Dengan kesibukan layaknya mahasiswa. Tiga hari pertama, kuhabiskan dengan memikirkan tugas dan presentasi. Nah lo, baru tiga hari udah ada tugas presentasi. Bahkan final project  nya juga udah mulai didiskusiin. Hari Kamis, hari dimana kemalasan mulai merenggutku. Besok (Jumat), ada kegiatan klub musik. Aku yang berperan sebagai pianis, ditugasi untuk latihan sebuah lagu. Setelah melalui liburan panjang,

Suka Duka Anak Kos

Anak kos. Pasti banyak diatara kamu yang ngekos di kota atau negeri lain. Entah untuk SMA, atau perguruan tinggi. Hari ini, aku mau membahas suka-dukaku jadi mahasiswi di negeri lain, dalam hal tinggal sebagai anak kos. Untuk memulainya, kuceritakan terlebih dahulu gambaran tentang kos-kosan ku. Aku tinggal di sebuah apartemen di daerah Novena. Sekitar 8-10 menit berjalan kaki dari stasiun MRT. Disini, aku menyewa sebuah kamar untuk kutinggali sendiri. Tidak ada tuan rumah, hanya ada teman-teman serumah. Tapi sekitar tiga hari sekali, akan ada pembantu yang membersihkan rumah dan mengurus cucian baju. Nah, teman-teman serumahku ini ada yang berasal dari sesama Indonesia, ada juga yang dari Filipina. Karena akomodasi di Singapura lumayan mahal, apalagi daerah Novena, jadi aku menyewa kamar yang tidak ada WC-nya. Alias berbagi WC dengan teman serumah. Nah, mari kita mulai. Lagi asyik-asyiknya ngerjain tugas, tiba-tiba mesin cucinya berbunyi. Menandakan bahwa cucian telah selesai d

Jalan-Jalan Day [Part 2]

Hari yang cerah di tanggal 19 Maret. Aku memutuskan untuk pergi dengan seorang teman dekatku. Awalnya dia minta aku yang memutuskan pergi kemana. Jadi aku pun searching  internet, dan dengan santainya kubilang, ke Gunung FAber. Oke. Jadilah kita ke sana. Sesampainya disana, betapa kagetnya kita, bahwa ternyata itu adalah tempat yang pernah kita kunjungi sebelumnya, Henderson Waves. Rupanya, lokasi Henderson Waves sangat dekat dengan Gunung Faber. Yah, kecewalah kita. Tapi, nggak apa. Kita mendapat pengalaman baru. Jadi tahu kalau Henderson Waves itu kurang lebih sama dengan Gunung Faber. Gua pikir 'wah, keren juga, ternyata ada gunung di deket sini!', nggak tahunya, kita udah pernah kesana. Sebenarnya nggak terlalu gunung, sih. Bisa dibilang bukit. Hehe. Jadi inilah pemandangan dari gunung itu: Setelah kira-kira satu jam, kita melanjutkan perjalanan ke Henderson Waves. Berikut foto-fotonya: Henderson Waves adalah tempat yang lumayan enak untuk sekedar dud

Siap-Siap Review Buku!

Oke, akhirnya aku kembali lagi ke YouTube! Jadi untuk video baruku nanti, aku akan bercerita tentang bagaimana aku membeli buku di Amazon.com. Karena ini adalah pertama kalinya aku membeli buku disana. Sempat kukira aku dapat bukunya tanpa membayar, eh, ternyata... Hehehe. Kalian dengarkan saja nanti ceritaku :D Nah, selain bercerita tentang pengalamanku ini, aku juga merekam diriku saat  unboxing paket yang kuterima! Excited  banget rasanya.. Hahaha. Moga-moga, videoku kali ini juga bisa menghibur kamu, ya! P.S. Will be uploaded on this Sunday, 17 April!

Be Selective

Nah, kali ini aku mau ngomongin tentang pos mengenai cinta yang menye-menye yang biasa kita temui di timeline  aplikasi chatting terkenal di Indonesia. Berikut contoh-contohnya: "Pacar yg bikin betah itu pacar yg selalu punya banyak obrolan di setiap harinya. Selalu jujur & terbuka sama apa yg dia lakukan di hari itu."  "Cowok gentle tuh yg kl lg main sama ceweknya trs ketemu temen2nya bilang "kenalin pacar gue, dia emg gak sempurna tp gue sayang sm dia" :) <3" Sebelum kita membicarakan lebih jauh, aku ingin kalian memahami bahwa ini adalah pandanganku saja. Segala opini adalah hasil pemikiranku sendiri. Dan artikel ini dibuat tidak dengan tujuan untuk menyinggung pihak manapun :) Hmm... Untuk memulainya, mari kita lihat pernyataan pertama lagi. Pernyataan ini sebenernya memang benar, menurutku. Benar, karena dalam hubungan yang sehat, kita memang harus terbuka dengan satu sama lain. Namun, tidaklah dibenarkan juga, jika kamu mengutarakan

Malam Apresiasi SRC (Singapore Red Cross)

Karena aku telah ikut serta dalam acara Flag Day 2016 kemarin, aku pun diundang untuk datang ke acara malam apresiasi terhadap jalannya acara Flag Day tahun ini. Pengalamanku menjadi relawan di Flag Day ini, dapat kamu baca di  sini , ya! Nah, jadi, sekitar pertengahan bulan Maret, aku mendapat email dari pihak SRC. Yang isinya, ya undangan itu. Tertera disana supaya aku mendaftarkan diri terlebih dahulu, jika bersedia untuk datang. Yaelah, ya jelas dateng lah. Makan gratis gitu, loh *otak mahasiswa irit*. Maka, setelah register , akhirnya datang juga hari H-nya, tanggal 8 April. Aku kesana bersama temanku (orang yang sama dengan yang sebelumnya mengajakku ikut acara ini - thanks a lot to him , aku jadi bisa makan gratis terus). Kira-kira jam 18:40, kita sudah tiba di lokasi. Acaranya akan dimulai jam 18:45. Yeah, kita langsung menuju ke lantai dua, dimana acara diselenggarakan. Saat menaiki tangga satu per satu, kita melihat ada makanan sudah tersedia. Seketika itu, bayangan g

Carrot Muff... Eh, Cake.

Kuucapkan selamat bagi para pelajar di Indonesia di jenjang SMA! Karena telah menempuh Ujian Nasional. Serahkan sisanya di tangan Tuhan :) Aku baru saja selesai mengedit beberapa hal di blogku ini. Seperti yang terlihat, tiba-tiba ada gambar gede nggak jelas di bagian atas blog. Gambarnya jelek! :( Yah, maaf deh. Tapi itu ada maknanya, lho. Jadi sengaja kubuat tidak rapi. Supaya terlihat keorisinilannya. Ya, aku membuat semua gambar diatas, sendiri. Yang mengedit juga aku sendiri. Apa itu di pojok kanan-atas? Itu adalah tulisan "Selamat Datang" dalam aksara jawa. Dibaca "Sugeng Rawuh". Menandakan bahwa aku orang Indonesia yang lahir di Pulau Jawa :) Terus secara keseluruhan, apa inti dari kumpulan gambar itu? Hmm.. Intinya adalah segala hal mengenai diriku. Bendera Indonesia, artinya aku memiliki kewarganegaraan Indonesia. Merlion, merupakan lambang negeri tetangga dimana aku sedang menuntut ilmu disana. Pesawat terbang, melambangkan kesenanganku, trav

Lu Mau Nyontek? Yakin?

Ciyeee yang lagi ngejalanin UN :D Entah kenapa, setelah mengetahui kalau hari ini UN mulai dilaksanakan, aku mendadak senang. Jahat banget aku. Nah, untuk nge- refresh  pikiran yang dari akhir tahun disumpali berbagai pengetahuan dari sekolah, yuk, baca ceritaku dulu, yang berdasarkan dari kisah nyata ini. UN 2015, karena aku ambil jurusan IPA, hari pertama itu ada kimianya. Aku inget banget. Coba, deh, aku cek dulu di gugel. Taraaahh... Benar atau benar? Disitu tertulis tanggal 13 April, dan yeah , memang tanggal itu sih aku UN... Kira-kira satu bulan sebelumnya, teman-teman SMP-ku tiba-tiba membuat group chat  yang membuat aku heran. Aku termasuk murid yang itu, yang nggak pernah ngerespon di grup... *ya, sori deh ya* Tapi aku tetap mengikuti apa yang sedang diperbincangkan di grup. Dan ternyata, tujuan dibentuk grup adalah untuk mengajak teman-teman lama berkumpul di gedung SMP, dan memohon doa dari para guru di SMP, supaya UN-nya dapat berjalan lancar. Sopan banget

Digital Painting di Kala Liburan

Malam yang menyejukkan hati, membuat mood ku menjadi baik. Aku segera membuka laptop ku, dan memulai proses pengeditan gambarku. Saat itu, aku sedang sibuk menyelesaikan challenge yang kuterima sejak sekitar sepuluh bulan yang lalu. Hari itu, akhirnya kulaksanakan juga challenge  nya. Jadi begini, challenge  nya itu dengan memajang foto semacam ini: Bukan gambar saya :) Nah, setelah memajang gambar itu di Instagram , tetapkanlah misalnya, tiga hari untuk mendapat jumlah likes . Jumlah likes  yang didapat, menentukan jumlah anak ayam yang harus digambar. Saat itu aku menetapkan tenggat waktu tiga hari. Hari pertama, aku mendapatkan 66 likes . Wah, lumayan juga, nih.. Pikirku. Hari kedua, bertambah menjadi 86 likes . Dan hari terakhir, entah mengapa, jumlahnya bisa tepat 100 likes ! Yay! Setelah tenggat waktu habis, likes  yang muncul setelah itu tidak akan dihitung. Jadi, aku harus menggambar seorang karakter dengan 100 anak ayam di sekelilingnya. Hasil sketsa. Pros