Skip to main content

Be Selective

Nah, kali ini aku mau ngomongin tentang pos mengenai cinta yang menye-menye yang biasa kita temui di timeline aplikasi chatting terkenal di Indonesia. Berikut contoh-contohnya:
"Pacar yg bikin betah itu pacar yg selalu punya banyak obrolan di setiap harinya. Selalu jujur & terbuka sama apa yg dia lakukan di hari itu."
 "Cowok gentle tuh yg kl lg main sama ceweknya trs ketemu temen2nya bilang "kenalin pacar gue, dia emg gak sempurna tp gue sayang sm dia" :) <3"
Sebelum kita membicarakan lebih jauh, aku ingin kalian memahami bahwa ini adalah pandanganku saja. Segala opini adalah hasil pemikiranku sendiri. Dan artikel ini dibuat tidak dengan tujuan untuk menyinggung pihak manapun :)

Hmm... Untuk memulainya, mari kita lihat pernyataan pertama lagi. Pernyataan ini sebenernya memang benar, menurutku. Benar, karena dalam hubungan yang sehat, kita memang harus terbuka dengan satu sama lain. Namun, tidaklah dibenarkan juga, jika kamu mengutarakan semuanya pada pacarmu. Ingat, kalian masih pacaran. Kalian masih hidup dalam kehidupan masing-masing. Tidak harus, segala kegiatan kamu sampaikan pada pacar. Selama kegiatan itu positif, dan tidak merugikan orang-orang, kalian tidaklah wajib untuk memberitahukan pada pacar. Ini berlaku bagi segala hal, tidak hanya tentang kegiatan yang kamu lakukan. Tentang hubungan dengan orang lain (selama kamu tahu diri dan tahu batas), tentang rahasiamu (yang kamu memang belum siap untuk menyampaikannya), tentang masalah keluarga (yang dirasa tidak terlalu penting), tidaklah perlu kamu ceritakan. Lihatlah, jika dia percaya padamu, dia akan menunggu sampai kamu bersedia memberitahu hal-hal yang sebelumnya kamu merasa belum siap untuk diutarakan.

Nah, pernyataan yang kedua, ada sedikit keanehan. Masa iya, saat kamu dan teman-temanmu berkumpul, udah asik-asik ngobrol, tau-tau ketemu sama temen cowok kalian yang lagi jalan sama ceweknya, cara ngenalinnya, "kenalin pacar gue, dia emang gak sempurna tapi gue sayang sama dia."

Errr...

Kalo aku jadi kamu, aku bakal membatin, "Terus namanya siapa, coeg?" Gue mau bilang, "Halo, lain kali kumpul bareng ya, xxxxx!" Jadi mikir dulu. Hai, sadarlah. Jangan terlalu berharap sama hal-hal romantis kayak begini. Memang, sih, siapa yang nggak seneng digituin. Tapi, kesannya jadi awkward. Ya nggak sih? Kemungkinan besar, temen-temen lo bakal mikir, "siapa ya, yang tanya?". Kan konyol. Jadi, kalimat ini bisa lo ganti dengan tingkah laku lo di hadapan temen-temen. Yang cowok, jangan ninggalin pacarmu sendiri. Lu jadi asik sama temen-temen lo, trus lupa ada pacar. Buatlah topik yang bisa melibatkan cewek kamu juga, jika pada akhirnya kalian berkumpul bersama.
Yang cewek, jangan jaim dan diem aja. Aktif juga ngobrol sama temen-temen baru lo. Jangan pikirin kalo mereka temen-temen cowok lo. Ubah pikiran lo, mereka sekarang temen-temen lo. Make yourself comfortable, please. Jangan hanya mengandalkan cowok kamu, ya.

Beralih ke pembahasan berikutnya, yuk. Kali ini bukan tentang pacaran. Tapi tentang penggunaan media sosial. Yuk, dilihat.


Eits, jangan salah paham dulu. Sekilas memang terlihat benar pernyataannya. Tapi, sebenarnya, kita berkuasa penuh atas apa yang kita bagikan di media sosial. Media sosial memang untuk ajang pamer, betul? Ajang pamernya dalam arti positif, yah. Misalnya, hasil karya kamu (puisi, cerita, fotografi, lukisan, dan lain-lain). Tapi juga bisa, menunjukkan keakrabanmu dengan teman-teman, keluarga, atau pacar. Media sosial, adalah media dimana kamu bisa menciptakan imej dirimu. Terlepas dari apakah kamu sebenarnya bahagia atau tidak, tapi, orang-orang lebih menyukai hal-hal yang menyenangkan di media sosial, bukan? Disini, aku membicarakan tentang akun-akun pribadi, bukan akun yang dibuat dengan tujuan komersial atau sejenisnya.
Dengan membagikan hal-hal positif di media sosial, otomatis kamu juga menyebarkan aura positif pada teman-temanmu. Tidak peduli apakah mereka hidup mewah atau tidak. Karena orang yang tidak hidup mewah pun juga bisa menciptakan imej yang 'wah' di media sosial. Bukan yang memaksakan diri untuk membeli barang-barang mewah, tapi dengan berkarya. Mereka memang tidak terlalu terlihat mewah, tapi setidaknya, mereka tidak menunjukkan sisi ketidakmewahannya itu. Dengan catatan, memang orang ini tidak bermaksud jahat dengan cara menutupi kekurangannya.
Sayangnya, banyak orang yang langsung berpikir negatif ketika mereka menutup-nutupi kekurangannya dengan cara-cara tertentu. Hei, apa salahnya sih, kalau mereka mau menutupi kekurangannya? Itu adalah urusan pribadi mereka. Sebagai teman, kita tidak perlu ikut campur, apalagi jadi sirik dengannya dan menggosipkan dia dengan teman-teman sekitar.
Jadi, orang-orang yang bagi kalian terlihat hidup mewah dan bahagia, tidak selalu berarti mereka mencari perhatian di dunia maya. Bisa jadi, karena mereka sadar, tidak ada gunanya mengumbar masalah hidup dan kesedihan di dunia nyata, dalam media sosial. Think in a positive way. Kalo nggak bisa, mending ga usah dipikirin lah. Oke?

Bonus!
"dear someone, you're my favorite phone notification."

Hei ya, phone notification, tapi gambarnya laptop. Genius.

Inti dari artikel kali ini adalah, jangan langsung setuju dengan kalimat-kalimat percintaan, quote-quote tentang kehidupan, dan lain-lain. Karena, pada umumnya, kalimat-kalimat tersebut terbentuk dari kehidupan seseorang. Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Makna dan nilai hidup yang tiap orang peroleh juga berbeda-beda. Kita tidak harus mengikuti hasil pemikiran mereka. Karena pemikiran mereka, dengan pemikiran kita, jika dihadapkan dengan masalah hidup yang sama, keputusan yang diambil bisa berbeda. Betul?
Cernalah terlebih dahulu perkataan yang kalian dengar dari orang-orang :) Jangan terjebak arus, sehingga kamu pun ikut menggosipkan orang yang bahkan kebenaran gosipnya belum dapat dibuktikan. Hargai pendapat orang, tapi tetaplah dengan pendirianmu. Setelah kamu cerna, jika dirasa salah, kalian tidak perlu menerimanya, apalagi dimasukkan ke dalam hati. Dan jika dirasa benar, perbaiki dirimu, tanamkan nilai itu dalam hati. Dengan begini, kalian dapat terus memperbaiki diri, menjadi lebih baik. Disini juga terlihat pentingnya mendengarkan pendapat atau pandangan orang terhadap sesuatu. Dengan mendengarkan, pikiran kita menjadi lebih terbuka.


Akhir kata~
Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. Dan sekali lagi kutegaskan bahwa, artikel ini kubuat tidak dengan tujuan untuk menyinggung pihak manapun.

Have a nice day!






Comments

Popular posts from this blog

Book Review: The Subtle Art of Not Giving a F*ck

Setelah sekitar satu bulan berusaha menyelesaikan buku ini, akhirnya hari Kamis lalu gue berhasil selesai bacanya. Buku yang direkomendasikan sister gue. Buku pertama yang gue baca tanpa pembatas buku. Buku tentang menemukan apa yang sebenarnya penting buat lu dan melepaskan hal-hal lainnya (yang tidak penting).

Berulang kali, gue mendapati Mark Manson menyebutkan kata f*ck dalam buku ini, membuat gue, salah satu pembaca bukunya berpikir kalau dia orang yang blak-blakan dan to the point. Tentunya tidak secara literal bahwa semua orang yang menyebutkan kata f*ck adalah orang yang demikian. Tapi secara keseluruhan, setelah membaca karyanya, gue merasa nggak ada yang Mark tutupi, dan apa yang dia sampaikan semuanya makes sense.

So, yuk kita mulai dengan mengutip beberapa paragraf yang mengena buat gue from the first few chapters.

"Look, this is how it works. You're going to die one day. I know that's kind of obvious, but I just wanted to remind you in case you'd forgotten…

DORIYAKI!

Setelah terakhir aku mengulas sebuah buku fiksi tentang kebijaksanaan (dapat dibaca di sini), sekarang aku ingin membahas tentang buku ciptaan Andori Andriani.
Buku ini menceritakan tentang kisah hidup Andori yang penuh lika-liku kehidupan. Jujur, setelah baca buku ini, pandanganku terhadap anak-anak broken home berubah. Awalnya, aku berpikir bahwa anak-anak dari keluarga yang broken home biasanya gedenya juga begitulah. Nothing's special. Tapi ternyata, anak ini, yang namanya Andori, berhasil merubah pola pikirku terhadap anak-anak yang bernasib seperti dia.

Aku membeli buku ini di awal tahun 2016. Saat aku pulang ke Indonesia, aku memesannya online. Selain buku ini, aku juga memesan beberapa buku lain. Tapi untuk sekarang, aku baru berhasil membaca Doriyaki saja. Buku ini kupesan sekitar 9 hari sebelum aku kembali ke Singapura. Namun ternyata, jadwal pengiriman bukuku tertunda, dikarenakan oleh satu buku lainnya yang belum ditemukan di stok buku mereka. Alhasil, aku kembali ke …

Online shop!

Selamat hari Rabu semuanya!

Hari ini, tepat sehari sebelum tanggal 30, gue memutuskan untuk menajalankan toko online!! Yay! Sudah terpikir sejak tahun lalu, tapi akhirnya baru dilaksanakan hari ini :( yah, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, kan? ;P
Oke, jadi disini gue bakal membahas tentang apa yang terjadi dibalik toko online yang siap gue bangun ini.
Hari ini gue pergi ke daerah Raffles Place dimana Merlion Statue berada. Gue mengajak seorang teman gue untuk ngebantuin gue yang lemah ini #apaseh. Gue minta dia bawa payung, biar bisa mayungin gue juga. Karena gue berencana untuk berangkat pukul tiga sore. Disini, pukul tiga itu sama seperti pukul dua-nya di Jakarta. Jadi mohon pengertiannya.

Kita berjalan-jalan dari Hotel Fullerton, menuju ke TKP. Tentu saja, gue sudah mengoleskan anti matahari juga. Tapi panasnya matahari tetap terasa di kulit. Nah, disaat-saat kepanasan begini, herannya, gue malah semangat foto-foto.

Sebelum bercerita lebih lanjut, gue mau kalian ta…