Skip to main content

[Semarang-Tangerang-Jakarta] A Travel Journal.

Maaf, ya, sepertinya sudah lama sekali aku nggak update di blog :D karena sedang ada banyak sekali acara keluarga. Dan untuk menebusnya, aku membuat artikel super panjang ini untuk kalian semua. Hehehe. Semoga laporan perjalanan ini dapat menghibur kalian, ya. Mungkin, jadi teringat kenangan mudik kalian? Apapun itu, yang pasti, aku membuat artikel ini dengan tujuan untuk mengibur dan menambah wawasan kalian! Selamat membaca!


Selasa, 23 Juni 2015


Pagi-pagi sekali, aku bangun untuk mempersiapkan diri berangkat ke Tangerang. Kira-kira aku bangun jam 2:30, di mana udara pagi sangat menyegarkan bagiku. Aku langsung mandi, kemudian menjemur handukku, lalu makan, sambil melakukan kegiatan lain seperti mencabut powerbank yang sedang ku charge sejak kemarin malam, kemudian memasukkan charger nya di tas, dan juga membungkus berbagai snacks ke dalam satu kantong plastik untuk dibawaselama perjalanan. Setelah itu, aku bergegas merapikan kamar idur supaya barang-barang tidak tercecer di lantai semua, baru mengosok gigi. Setelah meyimpan sikat gigi dan odol, aku telah siap untuk melakukan perjalanan. Kemudian aku berangkat sekitar jam 4 pagi.

Aku tiba di Tangerang, tepatnya BSD City, sekitar pukul 1 siang. Perjalanan ini benar-benar tak terasa lamanya, karena hatiku yang sedang memikirkan bagaimana asyiknya bermain bersama saudara-saudaraku di Jakarta nantinya. Begitu sampai, kami (yang melakukan perjalanan ke Tangerang) disambut oleh saudaraku yang berumur 8 tahun, dengan senyumnya yang manis. Kemudian kami turun dan masuk ke rumah saudaraku. Betapa ramainya sebuah rumah yang diisi oleh 13 orang. Setelah menebar rasa kangen sebentar, kami melanjutkan perjalanan ke tempat makan dan makan siang bersama. Dan setelah perut terisi, kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah rumah dimana kami akan tinggal selama 6 hari ke depan, yaitu di sebuah rumah kosong tak berpenghuni yang pantas huni. Kami akan tinggal di sana bersama beberapa saudaraku. Total 9 penghuni. Setelah menurun-nurunkan beberapa tas dari mobil, mama, tante-tanteku, dan pamanku beranjak pergi lagi, kembali ke rumah di BSD tadi untuk mengambil barang-barang yang tertinggal. Aku di rumah kosong ini bersama dengan saudara-saudaraku yang masih kecil dan kakekku.

Sorenya, tentunya setelah mereka kembali, kami pergi ke AEON Mall di BSD. Disana, kami mencari makan malam dan belanja beberapa barang. Sayangnya, aku tidak memotret makanan yang kupesan! Hiks. Lalu kita ke Daiso yang menjual berbagai Japanese things dengan harga serba Rp 25.000,-. Aku membeli sebuah corkboard, dan empat buah pigura berwarna merah. Setelah itu, kami semua pulang kembali ke rumah kosong tadi, dan aku segera bersiap-siap untuk tidur. Supaya energiku dapat kembali penuh untuk melakukan kegiatan besok.


Rabu, 24 Juni 2015

Hari ini kami pergi ke Pasar Modern. Pertama-tama, kita pergi mencari sarapan, dan sampailah kita pada sebuah kedai mie. Aku memesan mie ayam biasa, jadi kurasa tidak perlu difoto, yah :D terus kita melanjutkan jalan-jalan pagi ini di Pasar Modern, melihat-lihat alas kaki, belanja jajanan pasar, dan lain-lain. Siangnya, kita ke ITC, untuk makan siang. Kita menuju ke sebuah pujasera di sana. Aku memesan nasi dengan kari ayam, ditambah keju. Seperti ini penampakannya:

Yum!

Setelah makan, kami pergi mencari sepasang alas kaki untuk saudara-saudaraku, tentu saja masing-masing satu pasang! Sembari menunggu, aku berlarian bersama dengan saudaraku yang tidak sedang mencari alas kaki baru.
Kemudian, tentu saja kaki ini sudah lelah, jalan-jalan dari pagi sampai siang. Akhirnya kami duduk-duduk di pujasera tadi, tapi beda tempat. Anehnya, saudara-saudara kecilku tidak ada yang capek sepertinya. Tetap full of energy terus. Jadi kita pun duduk, menikmati minuman sambil melihat mereka berlarian. Malamnya, setelah puas beraktifitas, kami pun pulang dengan rasa lelah yang berarti. Hehe. Cus tidur deh :)


Kamis, 25 Juni 2015

Nah, hari ini adalah salah satu dari hari yang kunanti-nantikan. Main di Kidzania! Ups, main? Enggak, aku jadi videografernya aja. Oya, sekalian membei pengarahan pada mereka yang masih kecil-kecil (merasa udah gede banget). Soalnya, kemungkinan mereka ada yang nggak mudeng sama Bahasa Indonesia, pikirku.
Hemm.. Untuk tahu lebih lanjut tentang apa saja aktifitas kita di Kidzania, kalian tunggu video terbaruku, ya! Kuusahakan minggu depan pasti di upload, deh! Eits, kenapa harus nonton? Bukannya sama aja, ya Kidzania-nya? Oke, Kidzania-nya memang sama, sih. Tapi, experience nya dong yang beda :)
  • Kalian bisa lihat gimana penjahat (tahanan di kantor polisi) di Kidzania memalak seorang 'bapak' (ga ada manipulasi video!)
  • Kalian bisa tahu detail dari Kidzania, seperti misalnya, bagaimana cara membuat SIM, membuat kartu ATM, dan lain-lain. Diutamakan untuk anak-anak yang belum pernah ke Kidzania, dan akan ke Kidzania. Detil ini penting, karena dapat menghemat waktu bagi anak-anak yang akan segera ke Kidzania. Seringkali anak-anak yang datang tidak didampingi oleh orang tua, dan aku, sebagai lakon orang tua saat di Kidzania hari ini, merasakan bagaimana anak-anak akan membuang-buang waktu yang ada (5 jam) jika kita, para -ehm- 'orang tua' tidak menjelaskan detil-detil ini pada anak-anak.
  • Dan masih banyak lagi tentunya!
5 jam dari Kidzania telah berlalu, dan sekarang, kita menuju keee... Ice Skating Rink! Yeaaahh!! Lokasinya ada di Bintaro Exchange. Gedungnya unik, banyak tumbuhan yang menempel di gedungnya :D hehehe.

Setelah sampai di loket Ice Skating Rink, kita segera membeli 6 lembar tiket. Aku lupa harga tiket masuknya. Tapi sepertinya mahal. Meskipun mahal, aku tidak menyesal karena pernah bermain ice skating di sana. Terakhir kali aku main ice skating hmm... Sepertinya sudah tahunan. Hihihi. Tapi saat ice skating kali ini, aku masih bisa mengendalikan keseimbanganku dengan cukup baik kok :D setelah sedikit lelah bermain, aku kembali ke ruang istirahatnya. Dan pamanku menawarkan hot chocolate. Tapi kutolak dengan halus, karena aku sedang tidak ingin. Jadi saudara-saudara kecilku lah yang akhirnya memesannya.Setelah cukup stamina untuk bermain lagi, aku kembali ke ice skating rink hingga waktunya habis (2 jam). Puas sekali. Tapi, ice skating rink di Bintaro Exchange ini sangat dingin. Jadi, aku memakai kaos kaki, sarung tangan, dan jaket bertopi. Brrr.

Setelah bermain-main ria, kita akhirnya kembali ke BSD, tapi mampir ke Pasar Modern dulu,untuk makan shabu-shabu. Aaah.. Segar sekali, setelah kelelahan seharian tadi, malamnya makan shabu-shabu! Oya, lokasi shabu-shabu ini ada di daerah parkiran Pasar Modern. Jadi bukan di dalam Pasar Modern nya.

Setelah makan, aku dengan bibiku pergi ke Alfamart untuk menukarkan hadiah yang kudapat dari aplikasi chatting LINE. Aku mendapat Teh Botol Sosro kotak, dan sebuah coklat KitKat.


Setelah menukarkan hadiahnya, barulah kita semua kembali ke rumah, dan tidur!


Jumat, 26 Juni 2015

Pagi yang cerah! Hari ini kita tetap tinggal di rumah. Karena ada dua saudaraku yang berumur 7 dan 8 tahun sakit panas. Mungkin karena kemarin kelelahan yah? Jadi, di rumah kita memutuskan untuk pergi membeli pizza! Yeay! Jadilah kita membeli 2 buah pizza. Pepperoni Pizza dan Cheese Pizza. I love them all. Yum!
Setelah kenyang makan pizza, aku kembali ke kamar, dan mengadakan sebuah Nail Party! Saudara-saudaraku semuanya mengecat kukunya menggunakan Nail Polish berwarna coklat bening bergliter yang kubawa.

Setelah pesta cat kuku, kita semua berangkat ke Mall @ Alam Sutera. Pertama-tama, kita menuju ke Sunny Side-Up untuk makan malam. Aku memesan sepiring Omurice. Seperti ini deh bentuknya :9


Seingatku, Omurice yang kupesan ini berisi nasi goreng, telur dadar, dan ayam goreng tepung (seperti yang terlihat di gambar). Tapi aku lupa apakah itu daging ayam atau ikan. Sepertinya ayam, sih :D hehehe. Wah, lain kali harus kucatat, nih! Hahaha. Sudah malam saat itu, ketika kami selesai makan. Namun, kami masih ada tujuan berikutnya: Nonton Minions! Hihihii XD hanya tinggal jalan beberapa langkah saja, kita sudah sampai di bioskopnya. Sebelum masuk, kita membeli popcorn ukuran besar dan medium untuk dibawa.

Malam itu, yang menonton Minions hanya segelintir orang saja. Jadi, dalam satu studio, mungkin hanya ada 20 orang maksimalnya.

Malam semakin larut, dan akhirnya, film pun telah selesai. Terlihat hampir seluruh toko di Mall @ Alam Sutera sudah tutup. Sesampainya di rumah, kita semua segera bersiap-siap untuk tidur, karena besok, kita akan pergi ke Dunia Fantasi!


Sabtu, 27 Juni 2015

Azek! Hari ini kita ke Dufan!

Pertama-tama, ternyata, ada promo saat kita mengunjungi Dufan. Yaitu promo beli tiket seharga Rp 260.000,00 di bulan Juni 2015, gratis selama satu tahun ke Dufan.

Ini dia banner nya.
Jadi, kita pun mendapat sebuah kartu khusus untuk gratis ke Dufan di lain waktu dalam jangka waktu satu tahun.

Di Dufan, pertama kita menaiki Turangga-rangga. Kemudian ke Istana Boneka, Alap-alap, Ice Age Sid's Arctic, Perang Bintang, Kora-kora, Ontang-anting, Teater Simulator: Happy Feet, dan yang terakhir Arung Jeram. Sebenarnya, aku tidak ingat pastinya urutan dari wahana-wahana yang kumasuki. Tapi tidak masalah. Aku tetap dapat membahasnya satu-persatu kejadian yang terjadi di setiap wahana! :)

Wahana Turangga-rangga
Wahana ini adalah wahana komedi putar biasa. Dimana terdapat banyak kuda yang berputar. Aku memang ingat betul bahwa wahana pertama yang kunaiki adalah Merry Go Round ini. Setelah ini, aku beralih ke Istana Boneka (aku juga ingat yag ini!)

Wahana Istana Boneka
Wahana ini membuatku bernostalgia, karena aku masih ingat betul bagaimana lagu yang ada di dalam istana. Aku mengingatnya saat aku masih kecil dulu. Sepertinya dulu aku menyukai musiknya, hingga saat ini aku masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana nadanya. Hehehe. Wahana ini berisi boneka (sesuai namanya), kita diajak untuk merasakan berbagai budaya etnis seluruh nusantara, juga berbagai negara lainnya. Dengan perahu, kita akan melihat boneka-boneka yang disusun rapi dan dikelompokkan menurut suku dan negaranya masing-masing.

Wahana Alap-alap
Hem.. Sepertinya aku naik wahana ini tiga kali banyaknya. Saking senangnya. Habis waktu kecil dulu rasanya mengerikan naik wahana ini. Ternyata asik juga setelah dicoba :P hahahaha. Wahana ini seperti roller coaster biasa, tapi ukuran yang kecil begitu. Jadi tidak terlalu mengerikan buatku.

Wahana Ice Age Sid's Arctic + Hall Ice Age
Begitu masuk kedalam gedungnya, hawa dingin langsung terasa di permukaan kulit! Yah, bisa dimaklumi, sih. Namanya saja ice age. Masih antre pula sebelum menaiki wahana. Dinginnya jadi terasa banget lama-lama. Setelah antre cukup lama, akhirnya kita berjalan masuk juga. Makin lama, ruangannya jadi semakin gelap! Hingga akhirnya, saat menaiki sebuah kereta yang mirip roller coaster itu, aku sudah deg-degan banget! Dan ternyata, memang roller coaster. Serunya, kita nggak tahu rutenya. Gimana bentuk jalurnya? Seberapa panjang jalurnya? Nggak tahu, deh. Gelap banget. Nget. Nget. Sesaat sebelum kereta berhenti meluncur, ada penampakan kepala dinosaurus besar sekali. Persis di depan kereta yang kita naiki! Hiii... Ngeri, dah! Hehehe. Tapi puas juga, kok.

Eh, ternyata, saat keluar dari wahana, ada sebuah hall besar. Ada wahana yang mirip sekali dengan Kora-kora, namun versi kecil, dan jalannya nggak cuma ke kanan-kiri, tapi juga berputar-putar. Aku naik itu dua kali. Setelah itu, mual. Jadi kusarankan lebih baik sekali saja, yah. Bikin mual. Untung nggak sampe muntah juga :( fiuh. Di hall itu, ada rak teratata rapi dengan berbagai merchandise dari Sanrio. Iya, buat dijual dong. Hehe :D

Wahana Perang Bintang
Yang ini antrenya juga nggak kalah lamanya. Jadi begitu aku masuk wahana, aku langsung berlari (nggak cepet-cepet juga sih) menuju ke TKP. Di sana, ada banyak kapal-kapal kecil yang seingatku hanya muat diisi delapan orang. Aku masuk ke salah satu kapal bersama saudara-saudara kecilku. Kita menembaki makhluk-makhluk luar angkasa yang mengerikan. Hingga setelah selesai menembaki, salah satu saudaraku bilang, "I'm gonna have a nightmare!". Hahahaha :D

Wahana Kora-kora
Wahana ini bentuknya seperti kapal. Tapi, seperti yang kubilang sebelumnya, hanya berjalan ke kanan dan ke kiri. Aku cuma naik sekali. Tidak perlu banyak-banyak. Ehehehe. Nggak mual, sih. Tapi kalo disuruh naik lagi nggak mau deh :P sensasi perut kerinya bikin nggak nahan.

Wahana Ontang-anting
Dari dulu sampe sekarang. Inilah wahana favoritku. Dengan bentuk seperti ayunan, apalagi diangkat keatas, bisa lihat pemandangan. Wow. Aku naik dua kali. Yang kedua, saudaraku yang berumur 7 tahun muntah. Hem.. Memang saat itu dia sedang nggak enak badan, sih :( tapi ternyata dia sampai muntah setelah naik yang ke-2. Untung, setelah itu dia membaik :)

Wahana Teater Simulator
Wahana ini aku juga lumayan suka, nih. Sambil nonton, sambil merasakan beneran. Karena kursinya juga ikut goyang-goyang mengikuti gerakan tokoh. Kali ini filmnya Happy Feet. Seru juga :D setelah nonton, saudara-saudaraku membeli beberapa benda yang berbau penguin. Kita pun membeli dua boneka penguin, dan satu bando penguin akhirnya.

Wahana Arung Jeram
Wahana ini antrenya paling lama sepertinya. Sudah hampir jam tutup Dufan. Jadi yang antre banyak sekali. Sampai berdesak-desakan. Haduh. Setelah antre sekian lama, akhirnya tiba giliran kita. Di wahana ini, dijamin baju akan basah. Makanya, kita sudah menyiapkan baju ganti. Kita menaiki sebuah perahu yang bisa diisi delapan orang. Setelah duduk, aku berpegangan pada pegangan diatas kepala. Wow. Setelah berbasah-basah ria, kita ganti baju di ruang ganti. Lalu pulang!


Minggu, 28 Juni 2015

Hari ini adalah hari ulang tahun saudaraku yang tinggal di Tangerang, Iya, yang menemani aku di ekskunya Kevin Anggara itu. Jadi, pagi hari, diisi dengan acara makan bersama dalam rangka perayaan ulang tahunnya ^^ makan mie, pastinya :D hehehe. Lalu, siangnya kita pergi ke ekskul yang diadakan Kevin Anggara. Kalian bisa lihat artikelku tentang ekskul itu di sini, ya! Disitu sudah kujelaskan secara lengkap, apa saja yang dilakukan saat ekskul berlangsung. Jadi, aku tidak menceritakan apa yang terjadi di ekskul pada artikel kali ini, ya :)

Pulangnya dari ekskul Kevin, aku menemani keluarga dan saudaraku makan di D'cost nya Ocean Park, BSD. Berhubung aku sudah makan di acaranya Kevin, jadi aku hanya mengambil segelas es teh manis. Lalu aku juga membeli beberapa roti di bakery-nya.

Sepulangnya dari D'cost, kita semua langsung tidur. Karena besok kita akan melakukan perjalanan panjang, pulang ke Semarang!


Senin, 29 Juni 2015

Kita berangkat tidak terlalu pagi, tapi aku lupa jm berapa :P pokoknya, nggak pagi banget kayak pas berangkat kemarin. Siangnya, kita makan di sebuah rest area. Di Solaria tepatnya. Dan setelah perut terisi, kit melanjutkan perjalanan! Tapi sayangnya, kali ini jalanan tidak lancar seperti saat berangkat kemarin. Jadi sampai Semarangnya molor, deh. Hehehe.

OKAYY!! Akhirnya selesai juga jurnal perjalananku di Tangerang dan Jakarta. Tapi, sebetulnya ini belum lengkap. Karena nggak ada video maupun hal-hal konyol yang terjadi. Semuanya akan kuungkapkan dalam videoku yang mendatang di YouTube channel ku! Jangan lupa subscribe ya! Vlog tentang perjalanan ini akan kukemas dengan seru. Pokoknya, nggak lengkap deh kalo nggak sama nonton videonya! Oke? Ditunggu ya :)



Comments

Popular posts from this blog

Book Review: The Subtle Art of Not Giving a F*ck

Setelah sekitar satu bulan berusaha menyelesaikan buku ini, akhirnya hari Kamis lalu gue berhasil selesai bacanya. Buku yang direkomendasikan sister gue. Buku pertama yang gue baca tanpa pembatas buku. Buku tentang menemukan apa yang sebenarnya penting buat lu dan melepaskan hal-hal lainnya (yang tidak penting).

Berulang kali, gue mendapati Mark Manson menyebutkan kata f*ck dalam buku ini, membuat gue, salah satu pembaca bukunya berpikir kalau dia orang yang blak-blakan dan to the point. Tentunya tidak secara literal bahwa semua orang yang menyebutkan kata f*ck adalah orang yang demikian. Tapi secara keseluruhan, setelah membaca karyanya, gue merasa nggak ada yang Mark tutupi, dan apa yang dia sampaikan semuanya makes sense.

So, yuk kita mulai dengan mengutip beberapa paragraf yang mengena buat gue from the first few chapters.

"Look, this is how it works. You're going to die one day. I know that's kind of obvious, but I just wanted to remind you in case you'd forgotten…

DORIYAKI!

Setelah terakhir aku mengulas sebuah buku fiksi tentang kebijaksanaan (dapat dibaca di sini), sekarang aku ingin membahas tentang buku ciptaan Andori Andriani.
Buku ini menceritakan tentang kisah hidup Andori yang penuh lika-liku kehidupan. Jujur, setelah baca buku ini, pandanganku terhadap anak-anak broken home berubah. Awalnya, aku berpikir bahwa anak-anak dari keluarga yang broken home biasanya gedenya juga begitulah. Nothing's special. Tapi ternyata, anak ini, yang namanya Andori, berhasil merubah pola pikirku terhadap anak-anak yang bernasib seperti dia.

Aku membeli buku ini di awal tahun 2016. Saat aku pulang ke Indonesia, aku memesannya online. Selain buku ini, aku juga memesan beberapa buku lain. Tapi untuk sekarang, aku baru berhasil membaca Doriyaki saja. Buku ini kupesan sekitar 9 hari sebelum aku kembali ke Singapura. Namun ternyata, jadwal pengiriman bukuku tertunda, dikarenakan oleh satu buku lainnya yang belum ditemukan di stok buku mereka. Alhasil, aku kembali ke …

Online shop!

Selamat hari Rabu semuanya!

Hari ini, tepat sehari sebelum tanggal 30, gue memutuskan untuk menajalankan toko online!! Yay! Sudah terpikir sejak tahun lalu, tapi akhirnya baru dilaksanakan hari ini :( yah, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, kan? ;P
Oke, jadi disini gue bakal membahas tentang apa yang terjadi dibalik toko online yang siap gue bangun ini.
Hari ini gue pergi ke daerah Raffles Place dimana Merlion Statue berada. Gue mengajak seorang teman gue untuk ngebantuin gue yang lemah ini #apaseh. Gue minta dia bawa payung, biar bisa mayungin gue juga. Karena gue berencana untuk berangkat pukul tiga sore. Disini, pukul tiga itu sama seperti pukul dua-nya di Jakarta. Jadi mohon pengertiannya.

Kita berjalan-jalan dari Hotel Fullerton, menuju ke TKP. Tentu saja, gue sudah mengoleskan anti matahari juga. Tapi panasnya matahari tetap terasa di kulit. Nah, disaat-saat kepanasan begini, herannya, gue malah semangat foto-foto.

Sebelum bercerita lebih lanjut, gue mau kalian ta…