Skip to main content

GIVEAWAY APIK-APIK LOH!!

Yeah, setelah beberapa saat lalu aku mengumumkan pembukaan online shop, sekarang aku siap mengadakan giveaway! (artikel tentang online shop, bisa dibaca di sini!)
Giveaway ini akan diadakan mulai hari ini hingga tanggal 27 Juli 2016. Pengumuman pemenang akan diumumkan tanggal 28 Juli 2016 di akun Instagram @ApikApikLoh.

Instagram Apik-Apik Loh bisa dilihat di sini! :)

Pemenang terpilih akan dihubungi via Instagram direct message. Kita akan memilih 10 pemenang, lho!
Pemenang dipilih secara acak dan keputusan pihak Apik-Apik Loh tidak dapat diganggu gugat :)



HADIAHNYA?
Personalized greeting photo seharga lebih dari 55k! (Kamu bisa request isi pesan yang tertulis di kertas, serta memilih satu dari lima background foto yang tersedia di Instagram feeds kita!)
HOW TO ENTER?
  • Wajib follow akun Instagram @ApikApikLoh
  • Post foto di atas ke Instagram pribadi kamu (NO FAKE ACCOUNT ya)
  • Tambahkan #AALgiveaway di caption foto
  • Mention @ApikApikLoh di caption foto
  • Tag foto ke 10 teman kamu!
TERMS & CONDITIONS:
  • Only one entry per account
  • Your account must be PUBLIC on 26 and 27 July 2016 karena admin akan cek satu-satu (kalo di private, admin nggak bisa cek, dong :'()
NOTE:
  • Giveaway ends on Wednesday, 27 July 2016
  • The winners will be announced on 28 July 2016


Thank you so much for all your support! Good luck!






Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Orang Singapura dan Indonesia

Seperti kegiatan sebelum-sebelumnya, sembari aku menyelesaikan berbagai buku yang kupinjam dari berbagai tempat, aku juga ingin menuliskan review buku-buku yang kubaca di blogku. Artikel-artikel terakhirku, Tepat Satu Bulan! :') dan Doriyaki! menceritakan tentang buku-buku terakhir yang kubaca, The Alchemist karya Paulo Coelho dan Doriyaki karya Andori Andriani.

Nah, kali ini, aku menuliskan pemikiranku mengenai perbedaan orang-orang yang tinggal di Singapura dan di Indonesia. Meskipun tidak semua orang yang tinggal di Singapura melakukan hal-hal ini, namun sebagian besar, mereka melakukannya.

Di semester ke-3 ku di Singapura, akhirnya aku berhasil mengidentifikasi perbedaanya. Langsung saja!

Jalannya cepat
Yup, orang-orang yang tinggal disini, jalannya cepaatt. Hal ini benar-benar terasa saat kamu berada di stasiun MRT. Ketika aku berada di stasiun MRT Dhoby Ghaut, aku baru sadar kalau mereka jalannya cepat semua. Meskipun orang tersebut jalan sambil main hape dan pasang headphon…

Suka Duka Anak Kos

Anak kos.

Pasti banyak diatara kamu yang ngekos di kota atau negeri lain. Entah untuk SMA, atau perguruan tinggi.
Hari ini, aku mau membahas suka-dukaku jadi mahasiswi di negeri lain, dalam hal tinggal sebagai anak kos.

Untuk memulainya, kuceritakan terlebih dahulu gambaran tentang kos-kosan ku. Aku tinggal di sebuah apartemen di daerah Novena. Sekitar 8-10 menit berjalan kaki dari stasiun MRT. Disini, aku menyewa sebuah kamar untuk kutinggali sendiri. Tidak ada tuan rumah, hanya ada teman-teman serumah. Tapi sekitar tiga hari sekali, akan ada pembantu yang membersihkan rumah dan mengurus cucian baju. Nah, teman-teman serumahku ini ada yang berasal dari sesama Indonesia, ada juga yang dari Filipina. Karena akomodasi di Singapura lumayan mahal, apalagi daerah Novena, jadi aku menyewa kamar yang tidak ada WC-nya. Alias berbagi WC dengan teman serumah. Nah, mari kita mulai.

Lagi asyik-asyiknya ngerjain tugas, tiba-tiba mesin cucinya berbunyi. Menandakan bahwa cucian telah selesai dan sia…

Book Review: The Subtle Art of Not Giving a F*ck

Setelah sekitar satu bulan berusaha menyelesaikan buku ini, akhirnya hari Kamis lalu gue berhasil selesai bacanya. Buku yang direkomendasikan sister gue. Buku pertama yang gue baca tanpa pembatas buku. Buku tentang menemukan apa yang sebenarnya penting buat lu dan melepaskan hal-hal lainnya (yang tidak penting).

Berulang kali, gue mendapati Mark Manson menyebutkan kata f*ck dalam buku ini, membuat gue, salah satu pembaca bukunya berpikir kalau dia orang yang blak-blakan dan to the point. Tentunya tidak secara literal bahwa semua orang yang menyebutkan kata f*ck adalah orang yang demikian. Tapi secara keseluruhan, setelah membaca karyanya, gue merasa nggak ada yang Mark tutupi, dan apa yang dia sampaikan semuanya makes sense.

So, yuk kita mulai dengan mengutip beberapa paragraf yang mengena buat gue from the first few chapters.

"Look, this is how it works. You're going to die one day. I know that's kind of obvious, but I just wanted to remind you in case you'd forgotten…